Iran Tantang Perangi AS Demi Uranium: Tak Ada yang Bisa Dikte Kami
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut Teheran tidak akan menyerahkan pengayaan uraniumnya dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat.
Abbas menegaskan Iran tidak akan terintimidasi oleh ancaman perang yang disampaikan oleh Amerika Serikat. Dikutip dari AFP, ia mengaku meragukan keseriusan AS dalam perundingan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengapa kami begitu bersikeras pada pengayaan dan menolak untuk menyerahkannya, bahkan jika perang dipaksakan kepada kami? Karena tidak ada yang berhak mendikte perilaku kami," ujarnya kepada wartawan, Minggu (8/2).
"Pengerahan militer mereka di kawasan ini tidak menakut-nakuti kami," imbuhnya merujuk pada kedatangan kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab.
Sebelumnya Amerika Serikat dan Iran membuka kembali negosiasi untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, pada Jumat (6/2) kemarin di Oman.
Iran berupaya agar sanksi ekonomi AS terhadap negara tersebut dicabut. Abbas mengatakan hal itu diminta sebagai imbalan atas "serangkaian langkah membangun kepercayaan terkait program nuklir."
Negara-negara Barat dan Israel-yang dianggap sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir-mengatakan bahwa Iran berusaha memperoleh bom nuklir yang dibantah oleh republik Islam tersebut.
"Mereka takut akan bom atom kami, padahal kami tidak sedang mencarinya. Bom atom kami adalah kekuatan untuk mengatakan 'tidak' kepada kekuatan-kekuatan besar," tuturnya.
(tfq/rds)[Gambas:Video CNN]
