Baru Bebas Penjara, Musuh Maduro Diculik Geng Bersenjata Venezuela
Tokoh oposisi Venezuela, Juan Pablo Guanipa, diculik oleh kelompok bersenjata tak lama setelah ia bebas dari penjara.
Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, mengabarkan Guanipa ditangkap oleh sekelompok pria bersenjata di kawasan Los Chorros, ibu kota Caracas, beberapa saat setelah ia menghirup udara bebas pada Minggu (8/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekelompok pria bersenjata lengkap yang mengenakan pakaian sipil datang dengan empat kendaraan dan membawanya pergi secara paksa," kata Machado di X.
Dalam sebuah video di media sosial, putra Guanipa, Ramon, mengatakan ayahnya berada di sebuah acara pada pukul 23.45 waktu setempat ketika ia tiba-tiba "disergap oleh sekitar 10 agen yang sama sekali tidak memiliki identitas."
"Mereka menodongkan senjata. Mereka bersenjata lengkap dan membawa ayah saya," ucapnya, seperti dikutip CNN.
Guanipa merupakan pemimpin Partai Primero Justicia. Ia dibebaskan pada Minggu setelah lebih dari delapan bulan dikerangkeng.
Guanipa ditangkap pada Mei 2025, menyusul tuduhan Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello bahwa ia terlibat dalam dugaan rencana teror terhadap pemilihan regional dan legislatif. Guanipa telah berulang kali membantah tudingan tersebut.
Partai Guanipa menuduh rezim Venezuela dalang di balik penculikan pemimpin mereka.
Lihat Juga :![]() KILAS INTERNASIONAL Ada Nama Putin di File Epstein sampai Hamas Tolak Pihak Asing di Gaza |
"Kami menganggap (Presiden sementara) Delcy Rodríguez, (Ketua Majelis Nasional) Jorge Rodríguez, dan (Menteri Dalam Negeri) Diosdado Cabello bertanggung jawab atas segala bahaya yang mengancam nyawa Juan Pablo," demikian pernyataan Partai Primero Justicia di X.
Tak lama setelah keluar dari pusat penahanan di Caracas, Guanipa sempat mengunggah video di media sosial yang menyatakan bahwa "hari ini kita dibebaskan."
"Banyak yang perlu dibahas tentang masa kini dan masa depan Venezuela, dengan kebenaran sebagai prioritas utama," ucapnya.
Machado, yang tidak berada di Venezuela, saat itu menyambut kabar pembebasan Guanipa. Ia mengaku tak sabar untuk bertemu dengannya secara langsung.
"Juan Pablo tersayang, saya tak sabar untuk bisa memeluk Anda! Anda adalah pahlawan dan sejarah akan selalu mengakuinya," tulis peraih Nobel Perdamaian tersebut di media sosial.
Selain Guanipa, sekutu Machado lainnya, yakni pengacara Perkins Rocha, juga dibebaskan pada Minggu. Namun, ia bebas dengan pembatasan ketat, demikian
menurut istrinya, Maria Constanza.
Tokoh lain yang dibebaskan termasuk Luis Somaza, anggota partai Kehendak Rakyat, dan Jesus Armas, seorang aktivis sekaligus mantan anggota dewan oposisi.
Kelompok hak asasi manusia (HAM) Foro Penal mengonfirmasi bahwa setidaknya 30 tahanan politik telah dibebaskan otoritas Venezuela pada Minggu.
Kelompok HAM dan oposisi Venezuela sejak lama menuduh rezim otoriter negara itu menangkap sewenang-wenang orang untuk menekan perbedaan pendapat. Foro Penal memperkirakan ada ratusan tahanan politik yang berada di balik jeruji.
Pemerintah Venezuela telah membantah menahan orang-orang karena alasan politik. Pemerintah berargumen mereka yang dipenjara telah melakukan kejahatan.
Sejauh ini, lebih dari 380 tahanan telah dibebaskan, berdasarkan perhitungan Foro Penal. Sementara menurut pemerintah, lebih dari 800 tahanan sudah dilepas.
(rds)
[Gambas:Video CNN]

