Trump Tolak Ulah Israel Makin Leluasa Caplok Tepi Barat Palestina

CNN Indonesia
Selasa, 10 Feb 2026 12:05 WIB
Presiden AS Donald Trump tolak aturan Israel yang makin leluasa caplok Tepi Barat. Foto: REUTERS/Kevin Mohatt
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menentang aneksasi wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel.

"Tepi Barat yang stabil menjaga keamanan Israel, dan sejalan dengan tujuan pemerintahan ini untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut," demikian pernyataan Gedung Putih, seperti dikutip Al Jazeera.

Pernyataan ini muncul di tengah kemarahan internasional usai Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich dan Menteri Pertahanan Israel Katz, mengumumkan aturan baru yang memperluas kendali Israel atas wilayah Palestina yang diduduki.

Aturan baru itu disebut kian mempermudah Israel memperoleh tanah untuk pemukiman baru, termasuk pengalihan wewenang atas izin pembangunan di kota Hebron di Tepi Barat, dari Otoritas Palestina (PA) ke Israel.

Smotrich mengeklaim aturan baru itu bertujuan untuk "memperdalam akar kami di semua wilayah Tanah Israel dan mengubur gagasan negara Palestina".

Menyusul pengumuman itu, delapan negara mayoritas Muslim mengecam langkah Israel. Mereka menegaskan keputusan dan tindakan ilegal Israel bertujuan untuk memaksakan kedaulatan Israel yang melanggar hukum atas wilayah Palestina.

Mesir, Indonesia, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab menegaskan tindakan itu semakin mempercepat upaya aneksasi ilegal dan pengusiran rakyat Palestina.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Inggris, dan Spanyol juga mengecam Israel.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyebut tindakan Israel mengganggu stabilitas dan merusak prospek solusi dua negara.

"Keputusan-keputusan ini tidak membawa kita ke arah yang benar. Keputusan-keputusan ini justru menjauhkan kita dari solusi dua negara, dan dari kemampuan Otoritas Palestina dan rakyat Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri," pungkas Dujarric.

(dna/bac)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK