Korsel Gerebek Badan Intelijen Buntut Kirim Drone ke Korut

CNN Indonesia
Selasa, 10 Feb 2026 18:35 WIB
Korea Selatan menggerebek lembaga yang meluncurkan drone ke Korea Utara pada Selasa (10/2) di tengah upaya Seoul memperbaiki hubungan dengan Pyongyang.
Korea Selatan menggerebek lembaga yang meluncurkan drone ke Korea Utara pada Selasa (10/2) di tengah upaya Seoul memperbaiki hubungan dengan Pyongyang. (Foto: AFP PHOTO/Ed JONES)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi Korea Selatan menggerebek lembaga yang meluncurkan drone ke Korea Utara pada hari ini, Selasa (10/2), di tengah upaya Seoul memperbaiki hubungan dengan Pyongyang.

Satuan tugas gabungan militer-polisi Korsel menggerebek 18 lokasi yang menjadi target, termasuk Komando Intelijen Pertahanan dan Dinas Intelijen Nasional (National Intelligence Service/NIS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas juga sedang menyelidiki tiga tentara aktif dan satu staf badan intelijen untuk "menetapkan kebenaran secara menyeluruh," demikian dikutip AFP.

Penggerebekan ini berlangsung usai Korea Utara menuduh Korsel mengirim pesawat tak berawak ke Pyongyang untuk mencuri mencuri informasi "target penting" pada Januari lalu. Drone tersebut, lanjut mereka, juga membawa peralatan pengawasan.

Namun, pasukan Korut berhasil menembak jatuh drone yang diduga dikirim dari Seoul.

Penyerbuan ini juga terjadi saat Presiden Korsel Lee Jae Myung berusaha memperbaiki hubungan dengan Korut.

Lee pernah mengatakan tindakan menerbangkan drone ke Korut sama saja menembakkan peluru ke negara tersebut. Dia bahkan sempat berkomitmen untuk memberantas provokasi semacam itu dan menyatakan perlu meminta maaf.

[Gambas:Video CNN]

"Saya merasa harus meminta maaf, tetapi saya ragu mengatakannya dengan lantang," kata Lee pada Desember 2025.

Dia kemudian berujar, "Saya khawatir jika saya melakukannya, [permintaan maaf] itu bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk pertempuran ideologis atau tuduhan pro-utara."

Korsel mulanya membantah terlibat secara resmi dalam artian melibatkan peran lembaga atau badan negara.

Namun, Menteri Unifikasi Korsel Chung Dong Young pernah mengisyaratkan penerbangan drone itu mungkin melibatkan pejabat pemerintah yang masih setia ke eks presiden Yoon Suk Yeol.

Yeol dimakzulkan dari kursi kepresidenan pada tahun lalu buntut deklarasi darurat militer. Pihak Yoon mengatakan pelengseran ini bersifat politis.

(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]