Tegang dengan Iran, AS Siagakan Rudal-rudal di Negara Arab Ini

CNN Indonesia
Rabu, 11 Feb 2026 17:35 WIB
AS siagakan rudal-rudal di Pangkalan Udara Al Udeid Qatar. (via REUTERS/PLANET LABS PBC)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat telah menyiagakan rudal di Pangkalan Al Udeid, Qatar, saat ketegangan dengan Iran terus meningkat.

Citra satelit yang dianalisis Reuters menunjukkan rudal-rudal Washington telah dimasukkan ke dalam truk-truk peluncur, yang menandakan senjata itu siap dimobilisasi kapan pun.

Analis citra forensik di Contested Ground, William Goodhind, mengatakan foto satelit pada awal Februari dan Januari menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah alutsista AS di Timur Tengah.

Di Al Udeid, sekitar 10 rudal Patriot terlihat terpasang di Heavy Expanded Mobility Tactical Trucks (HEMTT) M983 pada awal Februari ini.

"Keputusan untuk melakukan hal tersebut memberi Patriot mobilitas yang jauh lebih besar. Artinya, mereka bisa dipindahkan ke lokasi alernatif atau diposisikan ulang dengan kecepatan yang lebih tinggi," ujar Goodhind, dikutip dari Reuters.

Menyimpan rudal di truk bergerak alih-alih peluncur semi-statis mengindikasikan persiapan AS untuk merespons dengan cepat apabila perang meletus. Rudal-rudal itu bisa langsung dipakai untuk menyerang atau dipindahkan apabila datang serangan.

[Gambas:Video CNN]

Presiden AS Donald Trump telah menegaskan armada perang Washington siap meluncurkan serangan militer ke Iran apabila negosiasi nuklir gagal mencapai mufakat.

Trump bahkan membuka peluang untuk mengerahkan armada baru guna menekan Iran.

Saat ini, kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln sudah mangkal di perairan Timur Tengah. Kapal perang tersebut tiba di kawasan sejak Januari lalu.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah menegaskan serangan apa pun yang diluncurkan ke Iran akan dibalas serangan ke pangkalan AS.

Selain di Qatar, AS punya pangkalan lain di Timur Tengah, yakni di Irak, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, Oman, dan Turki. Pangkalan Al Udeid merupakan pangkalan terbesar AS di kawasan sekaligus yang pernah jadi sasaran Iran saat Iran-Israel berperang pada Juni tahun lalu.

Juru bicara Pentagon belum memberikan komentar mengenai ini.

Sejak perang 12 hari, Iran sudah menambah persediaan rudalnya dan memperkuat postur militer hingga membuat Israel ketar-ketir. Laporan media menunjukkan Israel mendorong AS untuk menyerang Iran, yang dikesampingkan AS lantaran masih ingin mengandalkan pembicaraan diplomatik.

Iran punya kompleks rudal bawah tanah di dekat ibu kota Teheran, serta di Kermanshah, Semnan, dan wilayah dekat pantai Teluk.

Kapal induk drone angkatan laut Iran, IRIS Shahid Bagheri, terlihat dalam foto satelit pada 27 Januari di laut sekitar 5 kilometer dari Bandar Abbas. Kapal itu juga terlihat di dekat Bandar Abbas pada 10 Februari lalu.

Untuk mengantisipasi serangan Iran, selain menyiapkan rudal, AS juga menyiagakan sejumlah besar pesawat yang disebar ke berbagai pangkalan Timur Tengahnya.

Di Al Udeid, citra satelit pada 1 Februari menunjukkan ada pesawat pengintai RC-135, tiga pesawat C-130 Hercules, 18 pesawat KC 135 Stratotanker, dan tujuh pesawat C-17. Pada 17 Januari, hanya ada 14 pesawat Stratotanker dan dua pesawat C-17 di sana.

Di Muwaffaq, Yordania, citra satelit pada 2 Februari juga memperlihatkan terdapat 17 pesawat tempur F15-E, 8 pesawat A-10 Thunderbolt, empat pesawat C-130, dan empat helikopter yang tidak teridentifikasi. Citra pada 16 Januari di lokasi ini beresolusi rendah dan tidak memungkinkan untuk mengidentifikasi pesawat.

Pada 2 Februari, dari lokasi kedua di Muwaffaq, terlihat pula sebuah pesawat C-17 dan sebuah C-130, serta empat pesawat perang elektronik EA-18G Growler. Pada 25 Januari, tidak ada pesawat di lokasi yang sama.

Kemudian, di pangkalan Prince Sultan Arab Saudi, citra pada 2 Februari menunjukkan sebuah pesawat C-5 Galaxy dan sebuah pesawat C-17. Pada 6 Desember, citra di lokasi yang sama menunjukkan lima pesawat yang tampaknya adalah C-130.

Citra satelit dari tanggal 6 Februari di Diego Garcia, Samudra Hindia, menunjukkan ada tujuh pesawat lebih banyak daripada yang teramati pada 31 Januari.

Citra yang diambil pada 25 Januari dan 10 Februari juga menunjukkan adanya peningkatan jumlah pesawat di pangkalan Dukhan, Oman.

(blq/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK