AS Susun Draf Aturan untuk Gaza, Hamas Masih Boleh Bawa Senjata

CNN Indonesia
Kamis, 12 Feb 2026 08:21 WIB
AS disebut tengah susun proposal aturan yang akan berlaku di Gaza, salah satunya Hamas masih boleh bawa senjata.
AS sebut Hamas masih bisa pegang senjata dalam jumlah kecil di Gaza. Foto: AFP/EYAD BABA
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) tengah menyusun proposal untuk Jalur Gaza, Palestina, yang salah satu isinya membolehkan kelompok milisi Hamas tetap menyimpan senjata.

Sejumlah pejabat dan orang-orang yang mengetahui proposal ini mengatakan kepada The New York Times bahwa Hamas akan diizinkan menyimpan sejumlah senjata ringan, setidaknya untuk sementara waktu. Senjata-senjata berat di sisi lain wajib untuk diserahkan sejak awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut sumber, proposal ini dimaksudkan untuk melucuti senjata Hamas secara bertahap. Skema ini bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan lebih.

Proposal ini akan dibagikan kepada Hamas dalam beberapa pekan mendatang.

Draf ini disusun oleh tim pimpinan AS, yang mencakup menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner; utusan khusus AS untuk misi perdamaian Steve Witkoff; dan mantan pejabat senior PBB Nickolay Mladenov.

Rencana pelucutan senjata bertahap ini mewakili upaya signifikan AS menuju demiliterisasi Hamas. Ini merupakan elemen kunci dari rencana 20 poin Trump untuk Gaza.

Jika Hamas menyetujuinya, ini akan menjadi terobosan dalam pelemahan monopoli kekuasaan Hamas. Kelompok tersebut sejauh ini belum memberikan komentar.

Belum jelas siapa yang akan mengambil alih senjata-senjata Hamas kelak. Belum diketahui pula bagaimana proses ini akan dilakukan.

Israel kemungkinan besar tidak akan menarik pasukan dari Gaza hingga Hamas benar-benar melepas senjata. Israel sejak awal mendesak pelucutan senjata Hamas dan bersumpah akan melumpuhkan kelompok itu.

Hamas sementara itu tak pernah secara terbuka menyatakan berkenan menyerahkan senjata. Pembahasan soal ini saja sudah menciptakan perpecahan dalam kelompok tersebut.

Banyak anggota Hamas menilai penyerahan senjata sama saja dengan menyerah kepada Israel, hal yang bertentangan dengan ideologi Hamas.

Pejabat senior Hamas, Khaled Meshal, pada Minggu (8/2) menyatakan kelompoknya tetap akan mempertahankan senjata, namun tidak berencana menggunakannya dalam waktu dekat.

"Selama ada pendudukan, maka akan ada perlawanan," ucapnya di sebuah acara di Doha, Qatar.

(blq/dna)