Menlu Wang Yi: China Bukan Penyebab Masalah yang Dihadapi Eropa

CNN Indonesia
Sabtu, 14 Feb 2026 23:50 WIB
Menlu China Wang Yi menyampaikan pesan ini saat bertemu Menlu Prancis Jean-Noel Barrot dan perwakilan Jerman Johann Wadephul.
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi (AFP/Massimo Percossi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menegaskan kepada para diplomat Prancis dan Jerman bahwa Beijing bukanlah penyebab masalah ekonomi dan keamanan yang dihadapi Eropa. Hal tersebut disampaikan Wang Yi dalam rangkaian pertemuan di sela-sela Konferensi Keamanan Muenchen pada Jumat (13/2).

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China pada Sabtu (14/2), Wang Yi mendorong penguatan kerja sama di saat Uni Eropa (UE) tengah berupaya mengurangi ketergantungan mereka terhadap China sekaligus menghadapi ketidakpastian kebijakan dari Amerika Serikat.

Wang Yi menyampaikan pesan ini saat bertemu Menlu Prancis Jean-Noel Barrot dan perwakilan Jerman Johann Wadephul. Ia mempromosikan China sebagai mitra yang andal bagi Uni Eropa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembangunan China adalah peluang bagi Eropa, dan tantangan yang dihadapi Eropa tidak datang dari China," tegas Wang Yi, seperti dilansir AFP.

Di tengah meningkatnya sentimen perlindungan perdagangan global, Wang berharap Eropa dapat mengejar kebijakan yang lebih rasional dan pragmatis terhadap negaranya.

"Kedua belah pihak adalah mitra, bukan lawan. Saling ketergantungan bukanlah risiko, dan kerja sama terbuka tidak akan membahayakan keamanan," tambahnya.

Pertemuan ini berlangsung di tengah ketegangan perdagangan dan perselisihan mengenai dukungan China terhadap Rusia dalam perang di Ukraina. Uni Eropa saat ini tengah berupaya mengurangi ketergantungan, terutama pada barang strategis seperti logam tanah jarang.

Uni Eropa juga berupaya menyeimbangkan defisit dagang mengatasi defisit perdagangan yang besar dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Pertemuan ini juga menanggapi isu subsidi kendaraan listrik China yang dinilai mengancam industri otomotif Eropa, serta tarif balasan China terhadap produk Uni Eropa mulai dari keju hingga konyak.

Selain bertemu delegasi UE, Wang Yi juga mengadakan pembicaraan dengan Menlu Inggris Yvette Cooper untuk menjajaki potensi kerja sama lebih lanjut, termasuk mendiskusikan situasi di Ukraina dan Iran.

Di sisi lain, Wang Yi juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebagai bagian dari persiapan kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing pada April 2026.

Wang menyerukan agar tahun 2026 menjadi tahun di mana China dan AS bergerak menuju saling menghormati. Menurut laporan kantor berita Xinhua, kedua pihak sepakat untuk memperkuat dialog demi stabilitas hubungan menjelang KTT antara Presiden Xi Jinping dan Donald Trump.

Optimisme terhadap membaiknya hubungan AS-China telah membantu memperkuat nilai tukar yuan di pasar luar negeri bulan ini, seiring pasar keuangan yang mengharapkan stabilitas lebih besar antara dua raksasa ekonomi dunia tersebut.

(wiw/wiw)


[Gambas:Video CNN]