Vatikan Tolak Gabung & Kirim Wakil ke Rapat Board of Peace Trump

CNN Indonesia
Rabu, 18 Feb 2026 14:00 WIB
Vatikan menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: REUTERS/Yara Nardi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Vatikan menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Diplomat tertinggi Vatikan Kardinal Pietro Parolin mengatakan selain karena Vatikan memiliki status khusus dalam hubungan internasional, penanganan situasi krisis kemanusiaan di Jalur Gaza Palestina semestinya dikelola oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan bukan badan lain.

"[Takhta Suci Vatikan] tidak akan berpartisipasi dalam Board of Peace karena statusnya yang khusus, yang jelas berbeda dari negara-negara lain," kata Parolin pada Selasa (17/2) seperti dikutip Reuters.

"Salah satu kekhawatirannya adalah bahwa di tingkat internasional, seharusnya PBB yang mengelola situasi-situasi krisis ini. Ini merupakan salah satu poin yang terus kami tekankan," paparnya menambahkan.

Vatikan saat ini dipimpin oleh Paus Leo XIV, paus pertama asal Amerika Serikat yang terkenal mengkritik sejumlah kebijakan Presiden Donald Trump.

Paus Leo XIV juga berulang kali mengecam kondisi di Gaza, meski tidak blak-blakan mengecam Israel seperti pendahulunya mendiang Paus Fransiskus.

Paus Leo XIV sendiri telah diundang untuk bergabung Board of Peace tersebut pada Januari lalu.

[Gambas:Video CNN]

Sebagai pemimpin 1,4 miliar umat Katolik di dunia, paus memang jarang bergabung dalam dewan internasional. Vatikan memiliki jaringan diplomatik yang luas dan berstatus sebagai pengamat tetap di PBB.

Sementara itu, Italia dan Uni Eropa juga telah menolak bergabung dengan BoP. Meski begitu, Italia dan Uni Eropa menuturkan akan mengirim perwakilan mereka sebagai pengamat ke KTT perdana Board of Peace di Washington D.C pada Kamis (19/2) karena tidak secara resmi bergabung dalam dewan tersebut.

Berbagai negara merespons undangan Trump untuk gabung BoP dengan hati-hati. Banyak pakar hak asasi manusia menilai bahwa Trump yang memimpin BoP membentuk dewan ini menyerupai struktur kolonial.

Board of Peace yang diluncurkan bulan lalu itu juga menuai kritik karena tidak melibatkan perwakilan Palestina.

Para pakar khawatir dewan tersebut dapat melemahkan peran PBB. Meski banyak negara sekutu AS yang menolak gabung BoP, beberapa negara Arab dan Timur Tengah sekutu dekat Washington hingga negara lainnya seperti Indonesia tetap bergabung dengan dewan tersebut.

Presiden Prabowo Subianto juga telah tiba di Washington D.C untuk menghadiri rapat perdama BoP ini.

(rds)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Apa Itu Board Of Peace?

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK