Iran Tutup Selat Hormuz Siaga Gempuran AS, Gelar Latihan Tempur
Iran menutup Selat Hormuz pada Selasa (17/2) lalu di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
Media pemerintah Iran melaporkan penutupan itu dilakukan selama beberapa jam pada Selasa (17/2) karena alasan keamanan. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga menggelar latihan militer di perairan vital dunia tersebut.
Dilansir dari Anadolu Agency, latihan bertajuk "Smart Control of the Strait of Hormuz" ini melibatkan berbagai sistem dan senjata pertahanan. Target-target yang ditetapkan dihancurkan dalam misi ini.
Pada Senin (16/2), Laksamana Muda IRGC Alireza Tangsiri mengatakan Angkatan Laut IRGC melakukan pengawasan intelijen selama 24 jam di Selat Hormuz guna memastikan keamanan lalu lintas kapal di kawasan tersebut.
Dikutip Reuters, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur paling vital di dunia lantaran lebih dari 20 persen lalu lintas perdagangan minyak global melewati perairan tersebut.
Pada Selasa, IRGC juga menyatakan Selat Hormuz dapat ditutup kapan saja jika memang ada titah dari pemerintah Iran.
Penutupan sementara Selat Hormuz ini dilakukan di hari yang sama saat Iran dan AS menggelar negosiasi program nuklir. Putaran kedua pembicaraan itu dihelat di Jenewa dengan dimediasi oleh Oman selaku tuan rumah negosiasi putaran pertama.
Pada Jumat (13/2), Presiden AS Donald Trump menyatakan kapal induk kedua Washington akan dikerahkan ke Timur Tengah untuk memperkuat USS Abraham Lincoln yang sudah lebih dulu tiba pada Januari.
Pengerahan ini ditujukan menekan Iran agar segera membuat kesepakatan.
(blq/rds)