Awas Perang Pecah! AS Disebut Siap Gempur Iran Akhir Pekan Ini

CNN Indonesia
Kamis, 19 Feb 2026 08:46 WIB
Amerika Serikat dikabarkan siap melancarkan serangan ke Iran paling cepat akhir pekan ini.
Amerika Serikat dikabarkan siap melancarkan serangan ke Iran paling cepat akhir pekan ini. (Foto: AFP/HO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat dikabarkan siap melancarkan serangan ke Iran paling cepat akhir pekan ini.

Sejumlah sumber yang mengetahui rencana ini mengatakan kepada CNN bahwa Gedung Putih sudah diberikan informasi tentang hal ini, namun belum ada lampu hijau dari Presiden Donald Trump.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan hal ini," kata salah seorang sumber.

Rencana serangan AS ke Iran ini pertama kali dilaporkan oleh CBS News pada akhir pekan kemarin. Sejak Januari, armada perang AS telah berkumpul di Timur Tengah untuk mengantisipasi kekerasan Iran terhadap para pedemo serta untuk menekan Teheran agar cepat membuat kesepakatan mengenai program nuklir.

Dikutip CNN, AS dan Iran bersitegang sejak Teheran dilanda demo besar-besaran pada 28 Desember lalu. Unjuk rasa itu menewaskan ribuan orang.

AS awalnya menggunakan demo Iran sebagai alasan mengerahkan kapal induk ke Timur Tengah. Namun, AS kemudian mengalihkan alasan tersebut ke program nuklir Iran.

Pada 6 Februari, kedua negara akhirnya melanjutkan kembali pembicaraan soal program nuklir di Oman. Negosiasi itu telah memasuki putaran kedua pada Selasa (17/2) lalu, namun masih belum menghasilkan kesepakatan apa pun.

Di tengah negosiasi ini, AS juga masih terus memiliterisasi kawasan Timur Tengah dengan mengirim armada kapal induknya.

Pada Rabu (18/2), Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Iran kemungkinan akan memberikan rincian tentang posisinya di negosiasi "dalam beberapa minggu ke depan".

Meski begitu, Leavitt tak merinci apakah Trump akan menunda tindakan militer selama kurun waktu tersebut.

"Ada banyak alasan dan argumen yang bisa dikemukakan untuk menyerang Iran," ujarnya.

Sejak beberapa minggu terakhir, ada kekhawatiran bahwa konflik militer pecah antara AS dan Iran. Ketegangan antara kedua negara itu meningkat setelah kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln tiba di Timur Tengah pada 26 Januari.

Ketegangan semakin intens setelah Trump mengerahkan lagi kapal induk kedua, USS Gerald Ford, guna menekan Iran. Kapal induk terbesar di dunia itu diperkirakan tiba di Timur Tengah pada akhir pekan ini.

Iran sudah bersiap dengan meluncurkan berbagai latihan militer di sekitar Selat Hormuz. AS juga sudah merapatkan pasukan untuk mengepung Iran di segala sisi.

Trump telah menyatakan ini akan menjadi serangan terbesar bagi Iran jika tak ada kesepakatan apa pun yang tercapai. Iran sementara itu menegaskan tak gentar dan siap berperang habis-habisan jika diserang.

(rds/rds)


[Gambas:Video CNN]