Apa Itu Komite Nasional Administrasi Gaza yang Gantikan Kontrol Hamas?
Rapat perdana Board of Peace (BoP) pada Kamis (19/2) meresmikan pembentukan sejumlah badan di bawahnya yang akan membantu implementasi rekonstruksi Jalur Gaza Palestina, salah satunya Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (National Committee for the Administration of Gaza/NCAG).
Dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) itu, Ketua NCAG Ali Shaath membeberkan agenda prioritas badannya yang akan fokus pada pembangunan dan menjaga stabilitas di Jalur Gaza.
"Sebagian besar Jalur Gaza mengalami kerusakan parah, bahkan hancur. Kebutuhan kemanusiaan sangat mendesak. Ketertiban dan keamanan tetap rapuh," kata Shaath, dikutip CNN.
Dia juga mengatakan betapa penting menghidupkan kembali perekonomian di Gaza dengan menciptakan lapangan kerja yang layak dan serta memulihkan layanan dasar.
Apa itu National Comitte for The Administration of Gaza?
Dalam pernyataan resmi Gedung Putih pada Januari lalu, mereka menyebut NCAG sebagai implementasi Fase Dua Rencana Komprehensif untuk mengakhiri konflik Gaza. Singkatnya, NCAG akan menjadi pemerintahan sementara di Gaza usai tahap dua gencatan senjata di wilayah itu berjalan.
Keanggotaan NCAG diumumkan pada 14 Januari lalu, dengan Ali Shaath ditunjuk sebagai ketua. Pembentukan komite ini disambut baik oleh mayoritas faksi Palestina, termasuk Hamas, serta Otoritas Palestina (PA) dan pemerintah Mesir, Qatar, dan Turki.
"NCAG akan dipimpin Dr. Ali Shaath, seorang pemimpin teknokrat yang sangat dihormati yang akan mengawasi pemulihan layanan publik inti, pembangunan kembali lembaga-lembaga sipil, dan stabilisasi kehidupan sehari-hari di Gaza, sambil meletakkan dasar bagi pemerintahan jangka panjang yang mandiri," demikian pernyataan Gedung Putih.
Selama ini, Jalur Gaza berada dalam kontrol kelompok Hamas di luar Otoritas Palestina yang diakui resmi secara internasional.
Namun, pembentukan NCAG sendiri dikabarkan telah berdasarkan kesepakatan dengan Hamas pada November 2025 lalu di Mesir. Dalam perundingan itu, Hamas sepakat soal pembentukan NCAG yang terdiri dari 15 teknokrat Palestina yang independen untuk memerintah Gaza sehari-hari.
Komite itu pun menggelar pertemuan perdananya di Kairo, Mesir, pada 16 Januari lalu.
Badan ini beroperasi di bagian bawah struktur Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang juga dibentuk dan dipimpin Trump.
Dalam KTT perdana Board of Peace kemarin, Ali Shaath menyampaikan komitenya memiliki empat prioritas kebijakan.
Pertama, Saath menuturkan NCAG akan fokus mengembalikan keamanan di Jalur Gaza setelah hancur dilanda perang imbas agresi brutal Israel sejak Oktober 2023 lalu.
Pemulihan keamanan ini, kata Saath, akan direalisasikan dalam bentuk pengerahan polisi profesional sipil di Gaza.
"Termasuk melatih dan mengembangkan 5.000polisi Gaza yang akan dikerahkan dalam 60 hari," kata dia.
Kedua, NCAG akan mulai memulihkan aktivitas ekonomi dan kehidupan warga Gaza dengan membuka lapangan pekerjaan terutama bagi generasi muda.
Ketiga, NCAG akan menjamin pemulihan bantuan darurat berkelanjutan (ensure sustainable emergency relief) dan terakhir, memulihkan pelayanan publik dasar termasuk listrik, air, kesehatan, dan pendidikan.
NCAG, ujar Saath, juga akan mulai memulihkan akses pergerakan warga Palestina di Gaza setelah menghadapi blokade Israel selama ini.
Pembentukan NCAG juga disebut-sebut bertujuan untuk menggantikan pemerintahan Hamas dengan pemerintahan teknokratis. Jika keadaan sudah membaik, mereka akan mentransfer pemerintahan ke Otoritas Palestina.
"Mandat kami sederhana: Selangkah demi selangkah, membangun fondasi bagi perdamaian, martabat, dan kemakmuran yang langgeng bagi rakyat Gaza," ucap dia.
NCAG juga dilaporkan akan mengawasi proses pelucutan senjata, mempertahankan satu hukum dan satu rantai komando, serta mengintegrasikan atau membubarkan semua kelompok bersenjata setelah melalui proses verifikasi yang ketat, demikian dikutip Jerusalem Post.
(isa/rds)