AS Tinggal Tunggu Aba-Aba Trump Gempur Markas IRGC-Situs Nuklir Iran

CNN Indonesia
Senin, 23 Feb 2026 20:43 WIB
Trump disebut tengah pertimbangkan gempur Iran habis-habisan, target gulingkan Khamenei. Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut berencana menggempur habis-habisan Iran dan menggulingkan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam beberapa bulan mendatang, jika negosiasi nuklir tak kunjung menemui kesepakatan.

Rencana itu diungkap sejumlah sumber Amerika Serikat yang mengetahui masalah tersebut.

AS dan Iran akan kembali bernegosiasi dengan pada Kamis di Jenewa, Swiss. Ini dilaporkan merupakan negosiasi upaya terakhir menghindari konflik militer.

Meski belum ada keputusan akhir, para penasihat Trump melaporkan AS akan melakukan serangan dalam beberapa hari mendatang dengan tujuan menggertak Iran agar bersedia melepas kemampuan mereka membuat senjata nuklir, demikian dikutip New York Times, Minggu (22/2).

Target serangan AS kali ini disebut-sebut berkisar di markas besar Korps Garda Revolusi Iran, situs nuklir, hingga program rudal balistik.

Trump juga ingin pengayaan nuklir Iran ada di angka nol. Saat ini, pengayaan uranium mereka mencapai 60 persen.

Jika serangan Trump gagal meyakinkan Teheran, para sumber mengatakan dia akan membuka kemungkinan serangan militer akhir tahun ini. Gempuran tersebut juga bertujuan melengserkan Khamenei.

Trump membahas rencana serangan AS ke Iran pada Rabu di Ruang Situasi Gedung Putih. Saat itu, pertemuan dihadiri Wakil Presiden JD Vance; Menteri Luar Negeri Marco Rubio; Jenderal Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan; direktur CIA, John Ratcliffe; dan Susie Wiles, kepala staf Gedung Putih.

Menurut sumber yang mengetahui rencana itu, dalam pertemuan Trump juga mendesak Caine dan Ratcliffe untuk memberi pandangan yang lebih luas di Iran.

Caine lalu menjelaskan apa yang dilakukan militer dari sudut pandang operasional. Ia tak bisa memastikan apakah operasi yang sama dengan Venezuela bisa dilakukan di Iran, mengingat target yang lebih sulit.

Saat operasi penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Caine mengatakan kemungkinan keberhasilan sangat tinggi.

Sementara itu, Ratcliffe lebih memilih membahas situasi kini di lapangan serta kemungkinan hasil operasi yang diusulkan. Gedung Putih enggan memberi komentar soal rencana Trump menyerang Iran.

"Media boleh terus berspekulasi tentang pemikiran Presiden sesuka mereka, tetapi hanya Presiden Trump yang tahu apa yang mungkin atau tidak mungkin dia lakukan," kata juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, dalam rilis resmi.

Trump berulang kali mengancam bakal menyerang Iran. AS bahkan sudah mengerahkan dua kapal induk di perairan Timur Tengah.

Dalam berbagai kesempatan, dia mengancam Iran jika tak mencapai kesepakatan nuklir, AS siap menyerang Iran.

Para pejabat Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara telah menyampaikan kekhawatiran mereka soal dampak yang bisa ditimbulkan imbas perang berkepanjangan AS-Iran.

(isa/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK