Meksiko Lacak & Bunuh Bos Kartel El Mencho Melalui Kekasih
Bos gangster Cartel de Jalisco Nueva Generation (CJNG), Nemesio Rubén Oseguera Cervantes atau "El Mencho" tewas dalam baku tembak dengan militer di Jalisco, Meksiko.
Baku tembak itu terjadi di di Kota Tapalpa, negara bagian Jalisco pada Minggu (22/2) hingga memicu kerusuhan setelah anggota CJNG sempat merusuh dan membakar apa saja yang ditemui di jalanan kota.
Otoritas Meksiko menuturkan pengawasan yang dilakukan aparat terhadap pacar El Mencho membantu angkatan bersenjata melacak sang gembong narkoba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Pertahanan Meksiko Jenderal Ricardo Trevilla mengatakan operasi pasukan khusus pada Minggu, yang turut didukung informasi intelijen Amerika Serikat, berakhir ketika pasukan menemukan El Mencho "bersembunyi di semak belukar" di negara bagian asalnya, Jalisco.
Setelah beberapa kali baku tembak, delapan pria bersenjata tewas, sementara sang gembong narkoba dan dua pengawalnya terluka. Mereka ditahan, tetapi meninggal dalam perjalanan menuju Mexico City.
Secara keseluruhan, lebih dari 70 orang tewas dalam operasi tersebut dan kekerasan yang menyusul, termasuk aparat keamanan, tersangka anggota kartel, dan pihak lainnya.
Berikut kronologi penangkapan pemimpin kartel paling berkuasa di Meksiko sekaligus salah satu buronan paling dicari AS itu, menurut otoritas setempat:
Dikutip Associated Press, pemerintah Meksiko dan AS memang telah bertahun-tahun memburu "El Mencho", yang menghadapi banyak surat perintah penangkapan atas tuduhan kejahatan terorganisasi dan perdagangan narkoba di kedua negara.
Kali ini, upaya intelijen membuahkan hasil. Trevilla menjelaskan bahwa penyidik militer mengidentifikasi dan membuntuti seorang rekan tepercaya dari salah satu pacar El Mencho.
Orang tersebut mengantar perempuan itu ke Tapalpa, Jalisco, pada Jumat untuk bertemu dengan sang gembong narkoba. Pejabat militer itu menambahkan bahwa lokasi persisnya dikonfirmasi melalui "informasi tambahan yang sangat penting" dari intelijen AS.
Setelah perempuan itu meninggalkan lokasi usai bermalam bersama El Mencho, pasukan khusus memastikan ia berada di area tersebut dengan pengawalan keamanan lalu mengeksekusi rencana mereka.
Unit Angkatan Darat Meksiko dan Garda Nasional membentuk pengepungan darat dengan mengerahkan enam helikopter serta pasukan tambahan di negara bagian yang berbatasan dengan Jalisco.
Angkatan Udara Meksiko turut memberikan dukungan pengintaian dan pesawat, kata Trevilla. Pada dini hari Minggu, setelah keberedaan El Mencho dipastikan, operasi penangkapan dimulai.
Sepanjang misi, Presiden Claudia Sheinbaum terus menerima laporan perkembangan di lapangan saat sedang melakukan kunjungan di Meksiko utara.
Sementara itu, Trevilla menggambarkan respons kelompok kriminal itu sebagai sangat brutal terhadap operasi aparat hingga terjadi baku tembak.
Selama baku tembak berlangsung, El Mencho berusaha melarikan diri bersama dua pengawal, sementara kelompok bersenjata berat lainnya tetap tinggal untuk menghambat laju militer. Jumlah korban tewas di lokasi mencapai delapan orang.
Di antara senjata yang disita terdapat dua peluncur roket, termasuk satu model yang sama dengan yang digunakan CJNG pada 2015 untuk menembak jatuh helikopter militer. Serangan 2015 tersebut menjadi tonggak kelam yang menunjukkan kesiapan kartel menghadapi otoritas Meksiko dengan kekuatan mematikan berskala penuh.
Sembunyi di semak belukar
El Mencho mencoba berlindung di kawasan berhutan dengan sejumlah kabin di pinggiran Tapalpa. Kawanan El Mencho tidak sempat menggunakan senjata berat termasuk roket saat berhadapan dengan aparat.
Pasukan khusus akhirnya "menemukannya bersembunyi di semak belukar", memicu baku tembak sengit lain yang menyebabkan El Mencho dan dua pengawalnya terluka.
Dalam kekacauan tersebut, sebuah helikopter militer terpaksa melakukan pendaratan darurat setelah terkena tembakan. Dua orang ditangkap di lokasi, sementara tiga prajurit mengalami luka-luka.
Tewas dalam perjalanan
Setelah situasi dinyatakan aman, pemimpin kartel dan dua pengawalnya diterbangkan dengan helikopter untuk mendapat perawatan darurat di rumah sakit terdekat. Namun Trevilla memastikan mereka meninggal dalam perjalanan karena sudah berada dalam kondisi "kritis".
Setelah kematian mereka terkonfirmasi, rencana penerbangan diubah. Alih-alih mendarat di ibu kota negara bagian Jalisco, jenazah diterbangkan ke Mexico City guna mencegah potensi aksi balasan dari organisasi kriminal tersebut.
Balas dendam gengster CJNG
Tak sampai di situ, CJNG langsung mencoba melancarkan serangan balasan terhadap aparat lantaran tak terima pemimpin mereka dibunuh.
Sekitar 100 kilometer di barat Tapalpa, tangan kanan El Mencho yang dijuluki "El Tuli" menyerukan anggota CNJG untuk menyerang aparat hingga membuka sayembara.
El Tuli, yang diyakini merupakan operator logistik dan keuangan CJNG, menawarkan hadiah 20.000 peso untuk setiap tentara yang dibunuh, kata Trevilla.
Menteri Pertahanan Meksiko juga menyebut El Tuli sebagai dalang serangkaian blokade jalan, aksi pembakaran, dan serangan terhadap instalasi pemerintah di seluruh negara bagian Jalisco.
Menteri Keamanan Omar García Harfuch menyatakan kekerasan paling parah terjadi di Jalisco, di mana 25 anggota Garda Nasional, seorang pejabat penjara, seorang pegawai kejaksaan, dan seorang perempuan yang diduga warga sipil tewas, bersama 30 tersangka kriminal.
Di negara bagian tetangga Michoacán, empat pria bersenjata lainnya tewas dan 15 personel keamanan terluka.
Brigade senapan lintas udara kemudian melacak "El Tuli" dan menewaskannya dalam baku tembak, serta menyita senjata laras panjang dan pendek bersama hampir 1,4 juta dolar AS dalam campuran mata uang AS dan peso Meksiko. Meski demikian, aksi balasan kartel terus berlanjut di beberapa negara bagian Meksiko.
(rds)[Gambas:Video CNN]

