Bill Clinton Bantah Tahu Kejahatan Epstein Meski Sering Bareng
Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton membantah mengetahui kejahatan yang dilakukan mendiang terpidana kasus kejahatan seksual, Jeffrey Epstein, meski ia pernah terbang menggunakan pesawatnya sebanyak 12 kali.
Hal itu disampaikan saat bersaksi di hadapan Komite Pengawas DPR AS.
Mengutip CNN, Sabtu (28/2), Clinton menjalani pemeriksaan tertutup selama lebih dari enam jam pada Jumat (27/2), menjawab pertanyaan anggota parlemen dari kedua partai yang menyelidiki hubungan dirinya dengan Epstein.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan pembukaannya di hadapan Komite Pengawas DPR, Clinton menegaskan tidak mengetahui tindak kriminal yang dilakukan Epstein.
"Saya sama sekali tidak tahu soal kejahatan yang dilakukan Epstein. Saya tahu apa yang saya lihat, dan yang lebih penting, apa yang tidak saya lihat. Saya tahu apa yang saya lakukan, dan yang lebih penting, apa yang tidak saya lakukan. Saya tidak melihat apa pun, dan saya tidak melakukan kesalahan apa pun," kata Clinton dalam pernyataan pembukanya di Komite Pengawas DPR.
Selama pemeriksaan, anggota dewan berulang kali menunjukkan foto-foto Clinton bersama sejumlah perempuan dari materi yang baru dirilis Departemen Kehakiman. Mereka menanyakan apakah Clinton pernah berhubungan seksual dengan para perempuan tersebut.
Panel juga menyoroti foto terkenal Clinton berada di jacuzzi bersama seorang perempuan yang wajahnya disamarkan. Clinton menyatakan tidak mengenal perempuan tersebut dan membantah pernah berhubungan seksual dengannya.
Anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat menyebut Clinton menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan dan membantah melakukan pelanggaran.
Deposisi ini menjadi momen bersejarah karena Clinton tercatat sebagai mantan presiden pertama yang dipaksa bersaksi di bawah subpoena di hadapan komite Kongres. Langkah ini dinilai menciptakan preseden baru yang berpotensi berdampak luas, termasuk terhadap Presiden AS Donald Trump
Sidang dilakukan di Chappaqua, New York, untuk menghindari sorotan besar jika dilakukan di Washington. Meski digelar tertutup, proses tersebut tetap menjadi sorotan nasional.
Dalam kesaksiannya, Clinton juga ditanya soal namanya yang muncul dalam catatan penerbangan pesawat pribadi Epstein serta kemunculan nama Epstein dalam log kunjungan Gedung Putih. Ia turut mengungkap bahwa Trump pernah mengatakan kepadanya pada awal 2000-an bahwa hubungan mereka retak karena sengketa bisnis properti.
Clinton juga menyinggung bahwa dirinya pernah terbang menggunakan pesawat pribadi Epstein lebih dari 12 kali antara 2001 hingga 2004 bersama stafnya. Namun ia menegaskan bahwa jika mengetahui adanya kejahatan, ia tidak akan pernah menaiki pesawat tersebut dan bahkan akan melaporkan Epstein kepada pihak berwenang.
Hingga kini, Clinton tidak pernah dituduh aparat penegak hukum melakukan pelanggaran terkait Epstein. Juru bicaranya berulang kali menyatakan bahwa Clinton telah memutus hubungan sebelum Epstein didakwa pada 2006 dan tidak mengetahui kejahatan yang dilakukan mantan taipan keuangan tersebut.
Trump, yang juga membantah melakukan pelanggaran terkait Epstein, menyatakan kepada wartawan bahwa ia tidak senang melihat Clinton harus menjalani deposisi.
"Saya tidak suka melihat dia dideposisi, tapi mereka juga mengejar saya, bahkan lebih dari itu," kata Trump.
(ldy/agt)