AS Dukung Pakistan Gempur Afghanistan
Serangan udara Pakistan di Afghanistan mendapat dukungan diplomatik dari Amerika Serikat. Sejak Jumat kemarin hingga hari ini Pakistan mengatakan akan terus membombardir Afghanistan, yang dituduh mendukung militansi.
"Amerika Serikat menyatakan dukungan untuk hak Pakistan membela diri terhadap serangan Taliban," tulis Allison Hooker, wakil menteri luar negeri untuk urusan politik, di laman X seperti dikutip dari AFP.
Pakistan terus menghantam target pertahanan Taliban Afghanistan di Kabul, Paktia, dan Kandahar dan tidak akan berhenti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakistan melancarkan serangan pada Jumat dini hari sebagai tanggapan terhadap serangan lintas perbatasan Afghanistan pada Kamis malam. Hubungan kedua negara bentrok di sepanjang perbatasan dalam beberapa bulan terakhir.
Namun Menteri informasi Pakistan mengatakan pada hari Sabtu bahwa 37 lokasi di seluruh Afghanistan telah menjadi sasaran serangan udara sejak operasi dimulai.
"Respons cepat dan efektif Pakistan terhadap agresi terus berlanjut," tulis Mosharraf Zaidi, juru bicara Perdana Menteri Pakistan, dikutip dari X pada Jumat (27/2) malam.
Operasi tersebut merupakan aktivitas pemboman udara paling masif yang dilakukan Pakistan terhadap ibu kota Afghanistan, Kabul. Serangan udara pertama Pakistan menargetkan di kota Kandahar, basis kekuatan pemimpin tertinggi Taliban sejak mereka kembali berkuasa pada 2021.
Sementara itu Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan pada Jumat (27/2) bahwa pasukan Afghanistan telah berhasil membunuh 55 tentara Pakistan dan menangkap beberapa lainnya, sementara jumlah korban tewas di pasukan Afghanistan disebut mencapai 13 orang.
Sedangkan Zaidi mengatakan jika 297 Taliban dan militan Afghanistan telah tewas. Islamabad sebelumnya mengatakan 12 tentaranya telah tewas.
Selain pasukan tentara, bentrok ini juga setidaknya menewarkan 19 warga sipil di provinsi Khost dan Paktika bagian timur.
(tim/mik)[Gambas:Video CNN]

