AS Evakuasi Prajurit dari Pangkalan Terbesar di Timteng, Ada Apa?

CNN Indonesia
Sabtu, 28 Feb 2026 15:32 WIB
Sejumlah personel dievakuasi dari pangkalan angkatan udara AS di Al Udeid, Qatar. Evakuasi dilakukan usai AS serang Iran.
Sejumlah personel dievakuasi dari pangkalan angkatan udara AS di Al Udeid, Qatar. Evakuasi dilakukan usai AS serang Iran. (via REUTERS/PLANET LABS PBC).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah personel dievakuasi dari pangkalan angkatan udara AS di Al Udeid, Qatar.

Mengutip Reuters, sumber yang mengetahui proses itu mengatakan evakuasi dilakukan menyusul serangan yang dilakukan militer AS dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2).

Tidak diketahui apa yang menjadi penyebab evakuasi di pangkalan AS terbesar di Timur Tengah, yang menampung sekitar 10 ribu tentara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS dan Israel mulai menggempur Iran pada Sabtu (28/2) ini.

Sejumlah ledakan terdengar di Teheran dan kota lain di Iran. 

Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan dilakukan untuk menghancurkan industri rudal dan 'memusnahkan' angkatan laut Iran.

"AS akan menghancurkan industri rudal Iran, 'memusnahkan' angkatan laut mereka," kata Trump seperti dikutip dari AFP.

Trump berdalih agresi yang ia dan Israel laksanakan ke Iran dilakukan demi membela diri.

Dalihnya, keberadaan Iran di bawah rezim Ayatollah Ali Khamenei selama 47 tahun belakangan ini telah mengancam eksistensi Amerika Serikat dan keselamatan warganya.

"Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman nyata dari rezim Iran, sebuah kelompok kejam yang terdiri dari orang-orang yang sangat keras dan mengerikan. Aktivitasnya yang mengancam secara langsung membahayakan Amerika Serikat, pasukan kita, pangkalan kita di luar negeri, dan sekutu kita di seluruh dunia," katanya dalam pesan video berdurasi delapan menit.

"Selama 47 tahun, rezim Iran telah meneriakkan 'Matilah Amerika' dan melancarkan kampanye pertumpahan darah dan pembunuhan massal yang tak berkesudahan, menargetkan Amerika Serikat, pasukan kita, dan orang-orang tak berdosa di banyak negara," katanya.

(agt)