IRGC Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Kuwait, UEA, dan Bahrain

CNN Indonesia
Sabtu, 28 Feb 2026 17:20 WIB
Ilustrasi serangan di Iran. Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan balasan ke empat pangkalan militer AS di Timur Tengah pada Sabtu (28/2). (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia --

Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan telah melancarkan serangan balasan terhadap empat pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah pada Sabtu (28/2).

Langkah tersebut diambil sebagai respons langsung atas gempuran udara AS dan Israel ke Teheran serta kota-kota lain di Iran pada hari yang sama.

Berdasarkan laporan media pemerintah Iran, seperti dikutip dari CNN, IRGC mengonfirmasi rentetan serangan rudal tersebut menargetkan titik-titik strategis militer AS di wilayah Teluk.

Titik-titik itu adalah Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Al Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA), serta Markas Armada Kelima AS (US Fifth Fleet) di Bahrain.

Kondisi tersebut sejalan dengan peringatan keras Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang sebelumnya menyatakan bahwa kekuatan militer terkuat di dunia sekalipun dapat dipukul hingga jatuh.

[Gambas:Video CNN]

Laporan serangan tersebut juga menjelaskan penyebab terdengarnya ledakan keras di Qatar (Doha), Uni Emirat Arab (Abu Dhabi), dan Kuwait (Kuwait City) sebelumnya.

Kementerian Pertahanan Qatar sebelumnya telah mengonfirmasi upaya pencegatan (intercept) terhadap rudal-rudal yang mengarah ke wilayah mereka.

Sementara itu, sebelumnya dilaporkan sirine peringatan terus meraung di Kuwait seiring dengan meningkatnya aktivitas sistem pertahanan udara di kawasan tersebut.

Dengan keterlibatan langsung pangkalan di Qatar, Kuwait, dan UEA, konflik yang dipicu "operasi besar-besaran" Presiden AS Donald Trump kini resmi berubah menjadi perang regional yang melibatkan banyak negara.

Situasi tersebut juga telah membuat Qatar, Kuwait, dan UEA menutup wilayah udara mereka bagi penerbangan sipil karena wilayah tersebut kini menjadi zona pertempuran aktif antara rudal Iran dan sistem pertahanan udara AS.

(chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK