UEA Kecam Serangan Iran: Kami Punya Hak Penuh untuk Membalas

CNN Indonesia
Sabtu, 28 Feb 2026 17:40 WIB
Ilustrasi. Uni Emirat Arab (UEA) konfirmasi wilayah mereka jadi sasaran serangan Iran dan menyatakan berhak untuk membalas. (AFP/Ahmad Gharabli)
Jakarta, CNN Indonesia --

Situasi di Timur Tengah semakin membara setelah Uni Emirat Arab (UEA) resmi mengonfirmasi wilayah mereka menjadi sasaran serangan rudal balistik Iran pada Sabtu (28/2).

Hal itu menyusul Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan telah melancarkan serangan balasan terhadap empat pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk Uni Emirat Arab, pada Sabtu (28/2).

Dalam keterangan resmi, seperti diberitakan Al Jazeera, sistem pertahanan udara UEA berhasil mencegat sebagian besar proyektil.

Namun, jatuhnya serpihan rudal di kawasan pemukiman di Abu Dhabi menyebabkan kerusakan material dan menewaskan satu orang warga negara asing asal Asia.

UEA mengecam serangan tersebut sebagai "tindakan pengecut" yang menargetkan fasilitas sipil dan institusi nasional.

[Gambas:Video CNN]

"Kementerian mengutuk serangan ini dengan sekeras-kerasnya, menekankan penolakan tegas negara terhadap penargetan objek sipil, fasilitas, dan lembaga nasional," bunyi pernyataan resmi itu.

"Tindakan tersebut merupakan eskalasi berbahaya dan tindakan pengecut yang mengancam keamanan dan keselamatan warga sipil serta merusak stabilitas," katanya.

Pemerintah UEA juga menyatakan bahwa serangan tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional. Sehingga, mereka memiliki "hak penuh untuk merespons" eskalasi itu.

Mereka menekankan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayahnya dan menyatakan "siap sepenuhnya untuk menghadapi segala ancaman."

"Kementerian menekankan penargetan ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional, dan negara berhak sepenuhnya menanggapi eskalasi ini dan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi wilayahnya," bunyi pernyataan tersebut.

Iran sebelumnya merespons langsung atas gempuran udara AS dan Israel ke Teheran serta kota-kota lain di Iran pada Sabtu (28/2)

Berdasarkan laporan media pemerintah Iran, seperti dikutip dari CNN, IRGC mengonfirmasi rentetan serangan rudal tersebut menargetkan titik-titik strategis militer AS di wilayah Teluk.

Titik-titik itu adalah Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Al Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA), serta Markas Armada Kelima AS (US Fifth Fleet) di Bahrain.

Kondisi tersebut sejalan dengan peringatan keras Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang sebelumnya menyatakan bahwa kekuatan militer terkuat di dunia sekalipun dapat dipukul hingga jatuh.

(chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK