Trump Ditekan Kongres usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus menghadapi tekanan politik dari Kongres menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2).
Al Jazeera dalam siaran langsungnya menyebut Trump sebelumnya bersikeras bahwa salah satu tujuan tindakan terhadap Iran adalah menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya perubahan rezim (regime change).
Namun langkah tersebut memicu gelombang kritik di dalam negeri.
Di Kongres, tekanan terutama datang dari Partai Demokrat serta sejumlah kecil anggota Partai Republik yang menyuarakan kekhawatiran atas keputusan Trump terlibat dalam konflik Iran bersama Israel.
Mereka menilai Trump telah "merebut" kewenangan Kongres dalam menyatakan perang dan menggantinya dengan keputusan sepihak dari eksekutif.
Berdasarkan Konstitusi AS, kewenangan untuk mendeklarasikan perang berada di tangan Kongres, sementara presiden bertindak sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata.
Selain dari oposisi, tekanan juga muncul dari sebagian pendukung Trump sendiri di kalangan gerakan MAGA (Make America Great Again). Sejumlah pendukung disebut kecewa atas keputusan presiden membawa AS masuk lebih jauh dalam konflik Timur Tengah.
Meski demikian, dinamika politik di Washington disebut masih sangat bergantung pada perkembangan situasi di Iran dalam beberapa hari ke depan.
(lau/bac)