Raungan Tangis dan Perayaan, Iran Terbelah Sikapi Kematian Khamenei?

CNN Indonesia
Minggu, 01 Mar 2026 11:40 WIB
Suasana duka menyelimuti Kota Mashhad, Iran, menyusul konfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel, Sabtu (28/2).
Foto: via REUTERS/Majid Asgaripour
Jakarta, CNN Indonesia --

Suasana duka menyelimuti Kota Mashhad, Iran, menyusul konfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan brutal Amerika Serikat (AS) dan Israel, Sabtu (28/2).

Saluran berita Press TV merilis cuplikan video yang memperlihatkan para pendukung Khamenei meratapi kepergian sang pemimpin di kompleks makam suci Imam Reza.

Dalam rekaman tersebut, sejumlah orang terdengar menangis histeris mengetahui kematian Khamenei, sementara beberapa lainnya tampak jatuh pingsan di lantai karena duka yang mendalam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, pemandangan berbeda dilaporkan terjadi di jantung kota Teheran, Iran. Di saat pendukung konservatif berduka, sebagian warga lainnya justru merayakan pengumuman kematian tersebut.

Melansir Al Jazeera, situasi kontras yang dilaporkan yakni adanya perayaan dan peluncuran kembang api di beberapa titik ibu kota segera setelah kabar kematian Khamenei tersiar.

Sentimen ini dipicu oleh kemarahan sebagian besar rakyat Iran terhadap Khamenei dan pasukan keamanannya yang dituduh memerintahkan pembunuhan ribuan pengunjuk rasa dalam beberapa pekan terakhir.

Bagi kelompok penentang rezim pemerintahan Khamenei, kematian ini dipandang sebagai akhir dari penindasan brutal yang telah merenggut nyawa para aktivis di seluruh negeri Iran.

Terbelahnya reaksi masyarakat menyikapi kematian Khamenei menunjukkan adanya polarisasi di internal Iran saat ini di tengah krisis yang terjadi.

Di satu sisi, loyalis rezim dan Garda Revolusi (IRGC) bersiap melakukan balas dendam, sementara di sisi lain, kelompok pro-demokrasi melihat ini sebagai celah untuk melakukan perubahan politik secara total.

Hingga saat ini, aparat keamanan Iran dilaporkan masih bersiaga penuh untuk mencegah kerusuhan massa yang lebih luas akibat bentrokan antara dua kubu yang berseberangan tersebut.

Stabilitas domestik Iran juga dipertaruhkan setelah kematian Khamenei dan terbelahnya reaksi warga soal kematian pemimpin tertinggi negara itu.

(wiw)


[Gambas:Video CNN]