5 Nama Calon Pengganti Khamenei Usai Tewas Dibunuh AS-Israel

CNN Indonesia
Minggu, 01 Mar 2026 15:50 WIB
Setidaknya ada lima nama calon pengganti Khamenei untuk melanjutkan Revolusi Islam di Iran. (HO / Iranian Supreme Leader's Website / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran tampaknya sibuk mempersiapkan calon pengganti pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei usai tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2).

Tak cuma mempersiapkan transisi, Iran juga sibuk meluncurkan serangan balasan dan berjanji bakal menyerang dengan gempuran lebih besar dari AS dan Israel.

Kematian Khamenei meninggalkan duka bagi sebagian warga Iran juga kegembiraan bagi musuh-musuhnya seperti Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Namun, kematian itu tak serta merta mengganti rezim Iran, seperti yang diinginkan Trump. Negara tersebut punya kepemimpinan ulama yang kuat dan mengakar.

Jauh sebelum dibunuh AS-Israel, Khamenei sudah memiliki nama-nama calon pengganti dirinya. Pemilihan pemimpin tertinggi kemudian akan digelar Majelis Ahli.

Berikut nama-nama calon yang sangat berpotensi mengisi posisi Khamenei, dikutip CNN.

1. Mojtaba Khamenei (56)

Anak kedua Khamenei, Mojtaba, dikenal punyai pengaruh signifikan di balik layar dan memiliki hubungan kuat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) serta pasukan paramiliter sukarelawan Basij.

Namun, suksesi dari ayah ke anak sering kali tak disukai di kalangan ulama Muslim Syiah, khususnya di Iran yang sedang mengalami revolusi setelah menggulingkan monarki.

Hambatan tambahan yakni Mojtaba bukan ulama berpangkat tinggi dan tidak memiliki peran resmi dalam rezim tersebut.

2. Alireza Arafi (67)

Arafi merupakan ulama terkemuka dengan rekam jejak di lembaga-lembaga pemerintahan dan orang kepercayaan Khamenei.

Saat ini, dia menjabat sebagai wakil ketua Majelis Pakar dan pernah menjadi anggota Dewan Penjaga. Dewan tersebut bertugas memeriksa calon pemilu dan undang-undang yang disahkan parlemen.

Arafi juga kepala sistem seminari Iran. Kesediaan Khamenei menunjuk dia ke posisi senior dan strategis menunjukkan rasa kepercayaan yang besar terkait kemampuan birokrasinya.

Namun demikian, Arafi tak dikenal sebagai tokoh politik berpengaruh dan tidak punya hubungan dekat dengan lembaga keamanan.

3. Mohammad Mehdi Mirbagheri (60-an)

Mirbagheri adalah ulama garis keras dan anggota Majelis Pakar yang mewakili kelompok paling konservatif.

Dia pernah menyebut begitu banyak korban di Gaza imbas agresi Israel tak jadi soal selama itu bisa mendekatkan pada Tuhan.

Mirbagheri juga sangat menentang Barat dan percaya bahwa konflik antara orang beriman dan orang kafir tak bisa dihindari.

4. Hassan Khomeini (55)

Hassan adalah cucu pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini, yang memberinya legitimasi keagamaan dan revolusioner.

Dia bertugas sebagai penjaga mausoleum Khomeini dan belum pernah memegang jabatan publik.

Meski demikian, Hassan tampaknya punya sedikit pengaruh terhadap aparat keamanan negara atau elit penguasa.

Dia pernah dianggap kurang keras dibanding rekan-rekannya dan sempat dilarang mencalonkan diri untuk Majelis Pakar pada 2016.

5. Hashem Hosseini Bushehri, (60-an)

Bushehri adalah ulama senior yang terkait erat dengan lembaga-lembaga pengatur suksesi, khususnya Majelis Pakar. Di badan itu, dia menjadi wakil ketua pertama.

Bushehri disebut-sebut dekat dengan Khamenei tetapi punya profil rendah di dalam negeri dan tidak dikenal punya hubungan yang kuat dengan IRGC.

(isa/fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK