Iran Sebut Khamenei Dibunuh AS-Israel saat Sedang di Kantor
Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Jakarta, Indonesia menyatakan pemimpin tertinggi mereka Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan bersama Amerika Serikat-Israelt saat sedang berada di kantor.
Dalam pernyataan tertulis pada Minggu (1/3), Kedubes Iran menyesalkan kematian Khamanei dalam serangan kedua negara itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan sangat disesalkan, dalam serangan biadab tersebut, Yang Mulia Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, mencapai kesyahidan di kantor beliau," demikian pernyataan Kedubes Iran.
Terpisah, dalam unggahan di X, media pemerintah Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB) melaporkan Khamenei "sedang menjalankan tugas yang diberikan kepadanya" saat gugur.
Laporan tersebut, sekaligus membantah pernyataan Israel maupun AS yang menyebut Khamenei tinggal di tempat persembunyian.
Kembali lagi ke Kedubes Iran di Jakarta, dalam rilis tersebut mereka turut mengecam serangan AS-Israel yang menargetkan warga dan objek sipil di bulan Ramadan.
Serangan kedua negara itu menyasar sekolah-sekolah dan menyebabkan ratusan orang meninggal.
"Dalam serangan brutal tersebut, sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total dan hampir 200 anak perempuan tak berdosa mencapai kesyahidan," lanjut Kedubes Iran.
AS dan Israel menggempur habis-habisan hampir di seluruh wilayah Iran pada Sabtu.
Imbas gempuran itu, putri Khamenei, menantu, dan cucunya ikut tewas.
Selain mereka, Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dan Komandan Angkatan Bersenjata Korps Iran (IRGC) Mohammed Pakpour juga jadi korban tewas serangan AS-Israel.
Iran tak menunggu lama menanggapi serangan pada Sabtu. Mereka langsung meluncurkan serangan balasan di hari yang sama.
Lalu, setelah kematian Khamenei, Garda Revolusi Iran juga meluncurkan serangan ke 27 pangkalan militer AS di Timur Tengah dan aset pertahanan Israel pada hari ini.
(isa/bac)[Gambas:Video CNN]

