Israel Tutup Semua Perbatasan Palestina Pascaserangan ke Iran
Semua perbatasan di wilayah Palestina--baik Tepi Barat maupun Gaza-- ditutup Israel mulai Minggu (1/3) hingga pemberitahuan lebih lanjut menyusul serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2).
Mengutip dari Anadolu, Koordiantor Aktivitas di Perbatasan (Coordinator of Government Activities in the Territories/COGAT) Israel mengumumkan penutupan perbatasan, termasuk jalur Rafah.
Penutupan perbatasan itu berlaku untuk seluruh warga Palestina kecuali pemegang izin pekerja instalasi vital atau 'vital worker' yang tetap diperbolehkan melintas di beberapa titik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip dari kantor berita Palestina, WAFA, titik-titik perbatasan yang ditutup itu begitu ketat bahkan pos pemeriksaan di kota-kota kecil dan desa-desa pun diperketat.
Contohnya di Ramallah, di mana kehadiran pasukan Israel makin intensif di kawasan tersebut.
Pos pemeriksaan gerbang besi di kedua arah ditutup, termasuk gerbang Atara, Rawabi, Yabrud, Turmus Ayya, Sinjil, Nabi Saleh, Aboud, Deir Abu Mash'al, dan Beit Ur.
Dua pintu masuk juga ditutup di satu arah: pintu masuk utara kota Al-Bireh dan pintu masuk ke Ein Sinya, keduanya diblokir untuk lalu lintas keluar.
Di provinsi Salfit, pintu masuk utara ke kota Salfit dan pintu masuk ke kota Deir Ballut ditutup.
Di Bethlehem, pasukan Israel menutup jalan utama menuju desa Battir dan Nahalin, serta desa Husan dan Wadi Fukin, menggunakan gerbang besi.
Pintu masuk tambahan yang diblokir termasuk Al-Khadr, Al-Sidr, Al-Jam'iya, dan area lainnya. Pos pemeriksaan militer juga didirikan di area Aqabat Hasna, memblokir lalu lintas dan menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah.
Di Hebron, pos pemeriksaan dan penutupan diberlakukan di Ras al-Jura, Sa'ir, Nabi Yunis, Al-Fahs, Zeif, Jembatan Halhul, Bani Na'im, Tarqumiya, dan Al-Arroub.
COGAT mengklaim penutupan perbatasan ke Gaza "tidak akan memengaruhi situasi kemanusiaan" di wilayah tersebut.
Mereka juga mengonfirmasi langkah itu sebagai respons terhadap operasi militer gabungan AS dan Israel ke Iran.
(kid)[Gambas:Video CNN]