AS-Israel Serang Iran, Pemerintah Singapura Beri Peringatan Ekonomi
Pemerintah Singapura menyampaikan peringatan kepada rakyatnya akan risiko serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran akan berdampak pada harga energi dan memengaruhi negara-negara yang jauh dari konflik itu.
Hal tersebut disampaikan Menteri Senior Singapura Lee Hsien Loong saat sambutan makan malam Tahun Baru Imlek di Klub Komunitas Teck Ghee, Sabtu (28/2) lalu.
Lee mengatakan serangan tersebut berkontribusi pada ketidakpastian global yang pada gilirannya akan memengaruhi perdagangan dan investasi, termasuk Singapura.
"Israel dan AS bersama-sama menyerang Iran. Perang telah dimulai. Iran telah membalas - kota-kota, target di seluruh Timur Tengah, Israel sendiri, Doha, Kuwait, Bahrain, UEA," kata Lee.
Mencatat potensi dampak perang tersebut, ia berkata, "Anda dapat melihat kapan perang akan dimulai. Sangat sulit untuk mengatakan bagaimana perang akan berakhir."
Menurutnya iklim ketidakpastian secara keseluruhan yang diciptakan perubahan dramatis itu akan kondisi perdagangan dan investasi global.
"Karena bisnis dan perusahaan akan kesulitan merencanakan apa yang akan terjadi besok, apa yang dapat mereka andalkan, di mana mereka dapat berinvestasi dengan aman, apa yang harus mereka lakukan untuk memastikan bahwa perusahaan akan baik-baik saja lusa," ujar pria yang pernah jadi Perdana Menteri Singapura itu.
"Dan ini juga akan memengaruhi kita [Singapura]. Sebagai ekonomi [negara yang ukurannya] kecil dan terbuka, kita bergantung pada perdagangan dan investasi global."
Tarif AS
Pada kesempatan itu, Lee juga menyinggung tarif impor yang diterapkan yang telah dinyatakan ilegal oleh Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat.
"Jadi kami lega, tetapi saya pikir kita harus berjalan dengan sangat hati-hati, dan kita harus siap bahwa banyak perubahan lagi dapat terjadi," kata Lee yang juga dikenal sebagai putra sulung founding father Singapura, Lee Kuan Yew.
Di sisi lain, dia mencatat bahwa kinerja Singapura lebih baik dari yang diperkirakan dengan pertumbuhan produk domestik bruto sebesar 5 persen, serta peningkatan upah, dan inflasi yang lebih rendah.
Meskipun ia berharap Singapura akan terus berkinerja baik pada tahun 2026, belum jelas kejutan baru apa yang akan terjadi.
(kid)