Penembakan Massal di Austin Texas, Diduga terkait Sentimen Iran
Penembakan massal yang diduga terkait sentimen pendukung rezim Iran terjadi di Austin, ibu kota negara bagian Texas, Amerika Serikat (AS), Minggu (1/3) dini hari waktu setempat.
Dalam peristiwa penembakan massal di sebuah bar itu, setidaknya ada tiga orang tewas, dan 14 terluka. Kepala Polisi Austin, Lisa Davis, menyatakan salah satu korban tewas adalah tersangka penembakan yang dilumpuhkan polisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menerangkan aksi penembakan massal itu terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat di Buford's Backyard Beer Garden yang berada di pusat kota Austin.
Menurut Davis, pelaku awalnya menembakkan pistol dari dalam mobilnya ke arah para pengunjung bar. Ia kemudian memarkir kendaraan, keluar sambil membawa senapan, dan kembali melepaskan tembakan ke arah orang-orang yang melintas.
"Tiga petugas kami membalas tembakan dan menewaskan tersangka," ujar Davis. Ia menyebut insiden tersebut sebagai "tragedi yang sangat memilukan."
Dari 14 korban luka, tiga di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Adapun motif pelaku penembakan, saat berita ini ditulis, pihak kepolisian tak menjawab. Davis hanya mengatakan bahwa agen biro federal investigasi (FBI) sudah turun tangan untuk menyelidiknya.
"Mitra federal kami ada di sini, begitu juga pihak lain, dan ini akan menjadi situasi yang membutuhkan waktu beberapa jam untuk diproses," katanya.
Agen khusus FBI, Alex Doran, mengatakan bahwa motif penyerangan belum dapat dipastikan. Namun, ia menyebut terdapat 'indikasi pada subjek dan di dalam kendaraannya yang menunjukkan kemungkinan adanya kaitan dengan terorisme'.
"Sampai saat ini kami hanya dapat menyampaikan bahwa ini berpotensi sebagai tindakan terorisme," ujar Doran.
Sementara itu, kelompok pemantau ekstremisme berbasis di Amerika Serikat, SITE Intelligence Group, telah berhasil mengidentifikasi pelaku sebagai Ndiaga Diagne, warga negara AS keturunan Senegal.
Menurut organisasi tersebut, pelaku diduga pernah mengunggah konten di media sosial sejak 2017 yang menunjukkan 'sentimen pro-rezim Iran; serta kebencian terhadap kepemimpinan Israel dan AS. Ia juga disebut pernah mengunggah foto dirinya memegang senjata api yang diduga senapan serbu.
Anggota DPR AS dari Partai Republik, Chip Roy, turut mengunggah foto terduga pelaku di platform X. Dalam foto tersebut, pria itu terlihat memegang senapan.
AFP memberitakan insiden ini terjadi di tengah peningkatan pengamanan di berbagai kota di AS menyusul serangan udara negara itu dan Israel terhadap Iran. Dalam serangan udara yang dilakukan akhir pekan lalu,
Serangan udara ke Iran itu pun menewaskan pemimpin tertinggi Negara Para Mullah itu, Ali Khamenei, beserta keluarga dan sejumlah pejabat senior lainnya.
Gubernur Texas, Greg Abbott, menyatakan pihaknya meningkatkan keamanan di fasilitas energi, pelabuhan, serta wilayah perbatasan AS-Meksiko.
"Kepada siapa pun yang berpikir untuk memanfaatkan konflik di Timur Tengah saat ini untuk mengancam warga Texas atau infrastruktur penting kami, pahami ini dengan jelas: Texas akan merespons dengan kekuatan yang tegas dan luar biasa," kata Abbott dalam pernyataannya.
Proses olah tempat kejadian perkara diperkirakan berlangsung selama beberapa jam, sementara penyelidikan atas motif dan latar belakang pelaku masih terus dilakukan.
(afp/kid)[Gambas:Video CNN]

