Serang Sekolah di Iran hingga Ratusan Siswi Tewas, Ini Dalih AS

CNN Indonesia
Selasa, 03 Mar 2026 16:47 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, berdalih AS tidak pernah menargetkan sekolah di Iran setelah serangan yang dilancarkan AS dan Israel pada Sabtu (28/2) menewaskan lebih dari 160 siswi.

Serangan Israel-AS ke Iran menghancurkan sebuah sekolah dasar khusus perempuan di Kota Minab, bagian selatan Iran. Berdasarkan laporan Reuters, lebih dari 160 siswi tewas akibat serangan Israel dan AS tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden itu dikutuk badan kebudayaan dan pendidikan PBB, UNESCO, dan aktivis pendidikan peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai. Menyerang lembaga pendidikan, rumah sakit, atau struktur sipil lainnya secara sengaja merupakan kejahatan perang berdasarkan hukum humaniter internasional.

Namun, Rubio berdalih Israel dan AS tidak pernah menargetkan sekolah saat menyerang Iran. Meski faktanya serangan Israel dan AS menghancurkan sekolah hingga menewaskan lebih dari 160 siswi Iran.

"Departemen Perang akan menyelidiki hal itu jika itu adalah serangan kami, dan saya akan merujuk pertanyaan Anda kepada mereka," kata Rubio, Senin (2/3), saat ditanya tentang insiden tersebut.

"Amerika Serikat tidak akan sengaja menargetkan sekolah," ucap Rubio menambahkan dikutip dari Reuters.

Komando Pusat AS sebelumnya menyatakan sedang menyelidiki laporan tentang kerusakan sipil di Iran akibat operasi militer yang sedang berlangsung. Sedangkan Pentagon masih belum bersuara mengenai ratusan siswi Iran yang meninggal karena serangan AS dan Israel.

"Ini akan sangat tragis, tetapi saya tidak dapat berbicara tentang detail di baliknya karena saya tidak memiliki [informasinya]. Ini akan menjadi hasil yang tragis jika itu terjadi. Saya tidak memiliki detail tentang apa yang menyebabkannya, tetapi yang jelas adalah bahwa Amerika Serikat tidak akan sengaja menargetkan sekolah," kata Rubio.

Sementara Rosemary DiCarlo, Wakil Sekjen PBB untuk pembangunan perdamaian, mengaku mengetahui laporan dari Iran tentang kematian akibat serangan Israel dan AS. DiCarlo mengklaim pejabat AS telah mengatakan mereka sedang menyelidiki laporan tersebut.

(har/dna)