Prancis Kirim Kapal Induk ke Timteng saat Perang AS-Israel vs Iran

CNN Indonesia
Rabu, 04 Mar 2026 11:13 WIB
Prancis mengirim kapal induk ke perairan Timur Tengah, Mediterania, saat perang Amerika Serikat dan Israel versus Iran masih membara.
Kapal induk Prancis, Charles de Gaulle. (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Prancis mengirim kapal induk ke perairan Timur Tengah, Mediterania, saat perang Amerika Serikat dan Israel versus Iran masih membara.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan pengerahan kapal tersebut dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Selasa (3/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah memerintahkan kapal induk Charles de Gaulle, aset udaranya, dan kapal fregat pengawalnya untuk berlayar menuju Mediterania," kata Macron, dikutip France 24.

Kapal induk Charles de Gaulle ditarik dari di Atlantik Utara untuk ke Mediterania timur. Kapal lalu singgah di pelabuhan Malmo, Swedia, pekan lalu.

Kapal tersebut diperkirakan membutuhkan waktu 10 hari untuk mencapai Mediterania timur. Charles de Gaulle juga membawa 20 jet Rafale dan dua pesawat radar Hawkeye. Pesawat ini akan berkontribusi dalam mengamankan wilayah udara.

Macron juga mengatakan Prancis mengirim unit pertahanan udara tambahan ke Siprus.

Macron lalu mengatakan fregat Languedoc dan aset pertahanan udara tambahan akan tiba di lepas pantai Siprus pada Selasa.

Dia juga menyinggung tindakan AS-Israel ke Iran yang melanggar hukum internasional. Namun, Macron menyalahkan Iran atas apa yang terjadi di Timur Tengah.

"Amerika Serikat dan Israel memutuskan untuk melancarkan operasi militer, yang dilakukan di luar hukum internasional, yang tidak dapat kami setujui," ungkap Macron.

Dia lalu berkata, "Namun, Republik Islam Iran memikul tanggung jawab utama atas situasi ini."

Macron lalu menyebut apa yang dianggap kesalahan Iran seperti program nuklir Iran yang berbahaya, dukungan ke proksi regional, dan tindakan keras terhadap demonstran pada Januari lalu.

Pekan lalu, Prancis mengerahkan jet tempur Rafale di atas Uni Emirat Arab untuk melindungi angkatan laut dan udaranya di pangkalan Al Dhafra.

Mereka memiliki 700 tentara yang ada di Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNIFIL) dan 900 personel di pangkalan udara, laut, darat di Uni Emirat Arab.

"Pesawat Rafale dan pilot-pilotnya dimobilisasi untuk memastikan keamanan fasilitas kami," kata Menteri Luar Negeri Prancis, Jean Noell Barrot.

AS-Israel meluncurkan serangan bersama ke Iran pada 28 Februari. Mereka menggempur hampir semua wilayah di negara tersebut.

Imbas serangan itu, Khamenei dan keluarganya tewas. Tak cuma mereka, ratusan orang juga meninggal akibat serangan brutal AS-Israel.

Di hari yang sama, Iran membalas serangan kedua negara itu. Keesokan harinya, pada Minggu, setelah ada pengumuman resmi Khamenei tewas, IRGC melanjutkan operasi menggempur aset AS dan Israel.

(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]