AS Klaim Sukses Bunuh Pimpinan Iran yang Mau Bunuh Trump
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Peter Hegseth mengeklaim pasukan berhasil membunuh pimpinan Iran yang dituduh jadi dalang rencana pembunuhan terhadap Presiden Donald Trump.
Hegseth juga mengatakan hal tersebut jadi salah satu alasan negara ini meluncurkan serangan ke Iran. Orang itu, kata dia, tewas dalam serangan pada Selasa (3/3).
"Iran mencoba membunuh Presiden Trump dan Presiden Trump yang meraih kemenangan," kata Hegseth kepada awak media, dikutip New York Times.
Dia tak menyebut lebih rinci nama pemimpin Iran yang tewas atau yang merencanakan pembunuhan terhadap Trump.
Hegseth lebih lanjut mengatakan, bahwa membunuh pemimpin unit itu bukan fokus utama AS dari operasi bersama Israel.
"Saya memastikan, dan orang lain juga memastikan, bahwa mereka yang bertanggung jawab atas hal itu akhirnya menjadi bagian dari daftar target," ungkap dia, dikutip Reuters.
Di kesempatan terpisah,Trump juga sempat menyinggung dugaan konspirasi Iran terhadap dirinya. Ia menyebut serangan bersama AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
"Saya membunuhnya, sebelum dia membunuh saya," kata Trump pada Minggu.
Upaya pembunuhan Trump dari Iran sempat diungkap Kementerian Kehakiman pada 2024. Mereka menuduh satu warga Iran yang ditugaskan Korps Garda Revolusi Islam untuk membunuh politikus Republik ini, yang saat itu jadi presiden terpilih.
Iran sementara itu, membantah semua tuduhan yang disematkan kepada mereka.
Dua tahun sebelumnya, Kementerian Kehakiman juga membuka dakwaan rencana pembunuhan terhadap mantan penasihat keamanan Trump, John Bolton. Ia merupakan tokoh kunci di balik kampanye tekanan maksimum terhadap Iran.
(isa/bac)