Investigasi Pentagon: Bom yang Matikan 160 Siswi Iran Berasal dari AS

CNN Indonesia
Jumat, 06 Mar 2026 11:01 WIB
Penyelidik militer Amerika Serikat (AS) meyakini pasukan AS bertanggung jawab atas serangan di sekolah perempuan di Iran yang menewaskan lebih dari 160 siswi.
Seratusan siswi Iran tewas akibat serangan AS-Israel, akhir pekan lalu. (via REUTERS/Abbas Zakeri/Mehr News/WANA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyelidik militer Amerika Serikat (AS) meyakini pasukan AS bertanggung jawab atas serangan di sekolah perempuan di Iran yang menewaskan lebih dari 160 siswi.

Serangan ke sekolah putri di Minab, Iran selatan, terjadi pada hari pertama invasi AS dan Israel ke negara itu pada Sabtu (28/2).

Duta besar Iran untuk PBB di Jenewa, Ali Bahreini, mengatakan serangan tersebut menewaskan 150 siswi. Meski jumlah siswi tewas belum terkonfirmasi, laporan Reuters menyebutkan sebanyak lebih dari 160 siswi kehilangan nyawa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Reuters, berdasarkan dua pejabat AS, penyelidik militer AS percaya kemungkinan besar pasukan AS berada di balik serangan ke sekolah putri Iran itu. Hanya saja penyelidikan tersebut belum mencapai kesimpulan akhir.

Reuters tidak mendapatkan rincian lebih lanjut soal penyelidikan itu, termasuk bukti yang mendukung penilaian sementara, jenis amunisi yang digunakan, siapa yang bertanggung jawab, atau kenapa AS menyerang sekolah itu.

Para pejabat yang enggan disebutkan namanya itu tidak mengesampingkan kemungkinan munculnya bukti baru yang membebaskan AS dari tanggung jawab dan menunjukkan pihak lain sebagai penanggung jawab insiden tersebut.

Pada Rabu (4/3), Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengakui militer AS sedang menyelidiki insiden tersebut.

Belum diketahui berapa lama penyelidikan yang dilakukan mliter AS dan bukti apa yang dicari guna menyelesaikan kasus ini. Namun, Hegseth membantah AS menjadikan sipil sebagai target serangan.

"Kami sedang menyelidikinya. Tentu saja, kami tidak pernah menargetkan sasaran sipil. Tetapi kami sedang meninjau dan menyelidikinya," ucap Hegseth.

Komentar senada dilontarkan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Menurut Rubio AS tidak akan sengaja menargetkan sekolah.

"Departemen Perang akan menyelidiki hal itu jika itu adalah serangan kami, dan saya akan merujuk pertanyaan Anda kepada mereka," ujar Rubio.

Sementara Pentagon tidak bereaksi banyak untuk pertanyaan Reuters kepada Komando Pusat Militer AS.

"Tidak pantas berkomentar mengingat insiden tersebut sedang dalam penyelidikan," kata Kapten Timothy Hawkins.

(sry/bac)