Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Arab yang Kena Imbas Perang Vs AS

CNN Indonesia
Sabtu, 07 Mar 2026 21:15 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf kepada negara-negara tetangga di Timur Tengah atas serangan yang menyasar di seluruh wilayah tersebut.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf kepada negara-negara tetangga di Timur Tengah atas serangan yang menyasar di seluruh wilayah tersebut. (Foto: AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf kepada negara-negara tetangga di Timur Tengah atas serangan yang menyasar di seluruh wilayah tersebut.

Sejak perang Iran vs Amerika Serikat-Israel pecah 28 Februari lalu, Iran memang melancarkan serangkaian serangan balasan yang menyasar pangkalan militer dan aset AS di Timur Tengah, menyebabkan sejumlah wilayah negara Arab iku terkena serangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pezeshkian berjanji negara-negara Arab tidak akan menjadi sasaran serangan balasan Iran kecuali Teheran mendapat ancaman serangan dari negara-negara itu.

"Saya harus meminta maaf atas nama saya sendiri dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran," katanya dalam pidatonya yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Sabtu (7/3).

"Dewan kepemimpinan sementara kemarin sepakat bahwa tidak akan ada lagi serangan terhadap negara-negara tetangga dan tidak akan ada rudal yang ditembakkan kecuali serangan terhadap Iran berasal dari negara-negara tersebut," paparnya menambahkan seperti dikutip AFP.

[Gambas:Video CNN]

Dewan kepemimpinan telah memimpin Iran sejak pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pekan lalu, dalam serangan Amerika Serikat dan Israel yang memicu perang di Timur Tengah.

Pezeshkian juga mengatakan bahwa negaranya tidak akan pernah menyerah kepada Israel dan Amerika Serikat, saat perang Timur Tengah memasuki minggu kedua.

"Musuh-musuh Iran harus membawa keinginan mereka untuk penyerahan tanpa syarat rakyat Iran ke kuburan mereka," kata Pezeshkian.

Hingga Sabtu, Iran kembali melancarkan serangkaian serangan balasan terbaru ke Israel dan sejumlah aset militer AS di Timur Tengah.

Sejumlah laporan memaparkan beberapa titik di Uni Emirat Arab, Bahrain, hingga Kuwait kembali menjadi sasaran serangan drone. Bandara Dubai sampai tutup dan menghentikan operasional setelah pencegatan proyektil menyasar lokasi strategis itu hingga memicu kepulan asap di atas langit bandara.

Situs pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan sejumlah pesawat berputar di atas bandara Dubai dalam pola menunggu (holding pattern).

(rds)


[Gambas:Video CNN]