Macron Sindir Trump, Rezim Iran Tak Bisa Digulingkan Cuma Pakai Bom

CNN Indonesia
Selasa, 10 Mar 2026 11:32 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron sebut rezim Iran tak bisa digulingkan hanya dengan bom. (AFP/Ludovic Marin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prancis Emmanuel Macron melontarkan sindiran kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan mengatakan rezim Iran tak akan bisa digulingkan hanya dengan pengeboman.

Dalam pernyataan pada Senin (9/3), Macron menuturkan rezim yang sudah mengakar kuat di Iran tak akan bisa digulingkan begitu saja dengan melakukan pengeboman.

"Saya kira Anda tidak bisa mengubah rezim yang mengakar atau mengubah sistem politik hanya melalui pengeboman," kata Macron di atas kapal induk Prancis Charles de Gaulle, Senin (9/3).

Macron merujuk pada serangan AS-Israel terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari lalu. Baru sepekan lebih Khamenei tewas, Iran sudah menunjuk lagi pemimpin baru, yakni putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, yang juga ulama garis keras.

Macron berujar jika AS-Israel bertujuan menetralisir kemampuan rudal balistik Teheran dalam perang ini, hal itu mungkin saja tercapai dalam beberapa pekan. Tapi, jika tujuannya melengserkan rezim, terutama yang sudah melekat kuat seperti di Iran, ia ragu hal itu bisa tercapai.

"Semuanya bergantung pada pernyataan masing-masing pihak mengenai tujuan akhir mereka, dan, pada dasarnya, efek akhir yang diinginkan," kata Macron.

Menurut Macron, perang AS-Israel vs Iran tak akan berakhir dalam waktu cepat. Ia percaya konflik ini akan berlanjut hingga beberapa pekan ke depan jika melihat ambisi AS-Israel.

"Tidak ada indikasi perang ini akan berakhir dalam beberapa hari mendatang," ucapnya.

Macron berkata demikian saat mengunjungi kapal induk Charles de Gaulle yang tiba di Siprus pada akhir pekan lalu. Kapal itu dikerahkan ke pulau tersebut usai Siprus kena hajar serangan udara, yang diduga diluncurkan oleh milisi Hizbullah sekutu Iran.

Dalam kesempatan yang sama, Macron menjelaskan kehadiran aset militer Prancis di Mediterania untuk melindungi warga Prancis di Timur Tengah.

Ia juga bermaksud membantu negara-negara sekutu dalam menangkis serangan udara yang memasuki teritori mereka.

"Dan untuk memastikan misi-misi ini dalam jangka panjang, serta menjamin kebebasan bergerak dan keamanan maritim," tuturnya.

Macron pada momen itu juga menyampaikan aset militer Prancis akan berlayar ke Selat Hormuz guna melindungi kapal komersial yang tersendat. Kapal-kapal tanker minyak di Selat Hormuz mogok usai Iran menutup selat vital tersebut imbas diserang AS-Israel.

Iran mengancam akan menembak kapal apa pun yang melintas, kecuali kapal China dan Rusia sekutunya.

(blq/dna/dan)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK