BBM Menipis Imbas Perang Timteng, Thailand-Vietnam Anjurkan WFH

CNN Indonesia
Selasa, 10 Mar 2026 22:10 WIB
Pemerintah Thailand dan Vietnam imbau warganya bekerja dari rumah untuk mengurangi penggunaan bahan bakar.
Ilustrasi jalanan di Vietnam yang dianjurkan bekerja dari rumah imbas perang di Asia Barat. (Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Thailand dan Vietnam mengimbau warganya bekerja dari rumah (work from home/WFH) demi mengurangi penggunaan bahan bakar.

Pemerintah Thailand meminta perkantoran beralih ke kerja jarak jauh jika memungkinkan. Mereka juga meminta kantor-kantor pemerintah menurunkan suhu pendingin ruangan ke 26 celsius.

"Pemerintah menginginkan semua sektor menggunakan sumber daya secara bijak dan efektif." Demikian pernyataan pemerintah Thailand, dikutip AFP, Selasa (10/3). 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, pemerintah Thailand juga mendesak para pejabat untuk menghindari perjalanan ke luar negeri. Bepergian ke luar negeri dinilai kurang bijak untuk saat ini.

Pekan lalu, Thailand mengaku sudah mengamankan pasokan minyak untuk dua bulan ke depan, tetapi menangguhkan ekspor untuk menghemat cadangan.

Selain itu, pemerintah Thailand juga menetapkan batas harga solar di bawah 30 baht per liter atau setara Rp16 ribu untuk jangka waktu 15 hari ke depan.

Negara tetangganya, Vietnam, juga mendorong perusahaan mengizinkan karyawan bekerja dari rumah 'kapan pun memungkinkan' untuk mengurangi penggunaan bahan bakar.

Vietnam juga menyarankan masyarakat untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi. Sebagai gantinya, warga diminta menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau berbagi kendaraan.

Stok BBM yang menipis di Vietnam mulai terlihat, salah satunya dengan harga bensin tanpa timbal melonjak lebih dari 20 persen sejak pekan lalu, begitu perang bergejolak.

Pemerintah Vietnam juga menghapus bea masuk terkait produk-produk minyak bumi impor. Mereka menilai upaya tersebut mencegah kekurangan bahan bakar dan menstabilkan pasar domestik.

Vietnam sejauh ini berhasil menghindari kekurangan massal, tetapi media pemerintah melaporkan bahwa puluhan SPBU kecil tutup sementara atau mengurangi jam operasionalnya.

Stok bahan bakar minyak (BBM) yang mulai langka itu terjadi saat Timur Tengah membara usai Amerika Serikat dan Israel menggempur habis-habisan Iran pada 28 Februari.

Iran lalu meluncurkan serangan balasan ke Israel dan aset-aset AS di negara Timur Tengah. Iran juga menutup Selat Hormuz, yang jadi jalur penting perdagangan minyak. 

[Gambas:Video CNN]

(isa/abs)