Iran Tak Izinkan Satu Liter Pun Minyak AS-Israel Lewat Selat Hormuz
Militer Iran menegaskan kapal-kapal milik Amerika Serikat, Israel, atau sekutu mereka yang melewati Selat Hormuz, akan jadi target serangan.
"Kapal mana pun yang muatan minyaknya atau kapal itu sendiri milik Amerika Serikat, rezim Zionis, atau sekutu mereka, akan dianggap sebagai sasaran yang sah," kata komando operasional militer Iran, Khatam Al-Anbiya, dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan itu, Iran menegaskan kembali bahwa angkatan bersenjatanya "tidak akan membiarkan satu liter pun minyak" melewati Selat Hormuz.
Sebelumnya Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memberi syarat bagi negara-negara yang ingin kapal tanker minyaknya bisa melintas dengan aman di Selat Hormuz.
IRGC mengatakan kapal-kapal tanker itu bisa melintas jika duta besar Israel dan AS diusir dari negara-negara mereka.
Berdasarkan laporan stasiun televisi Iran, IRIB, IRGC menyebut negara-negara Arab maupun Eropa punya "hak dan kebebasan penuh" untuk melintasi jalur perairan strategis tersebut apabila memutuskan hubungan diplomatik dengan AS-Israel, demikian dilaporkan CNN.
Kapal-kapal tanker berbagai negara saat ini mandek karena IRGC mengancam akan menyerang kapal apa pun yang berani melintas, kecuali punya China dan Rusia sekutunya.
Penutupan Selat Hormuz, serta eskalasi perang belakangan, telah mendorong harga minyak dunia meroket hingga mencapai level tertinggi sejak Juli 2022 pada Senin (9/3). Minyak dunia kemarin tembus US$119 per barel.
Menurut laporan CNN lainnya, Iran saat ini juga berencana memungut "bea masuk keamanan" di Teluk Persia bagi kapal-kapal tanker dan komersial milik AS, Israel, dan sekutunya.
Iran telah menutup Selat Hormuz sejak diserang AS-Israel pada 28 Februari lalu. Jalur selebar 33 kilometer ini bertanggung jawab atas lalu lintas 20 persen minyak mentah dunia dan gas alam cair (LNG).
[Gambas:Video CNN]

