Trump Tertekan, Punya Waktu hingga 18 Maret Jelaskan Bom Salah Target
Lawan politik Presiden Amerika Serikat Donald Trump dari Partai Demokrat mendesak agar pemerintahan Trump segera menjelaskan peristiwa serangan udara yang menewaskan lebih dari 170 siswi sekolah dasar Iran pada 28 Februari lalu.
Dikutip dari Reuters, Kamis (12/3), hampir semua Senator Partai Demokrat AS menandatangani surat yang dikirim kepada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada hari Rabu (11/3).
Isi surat dari partai oposisi pemerintahan Trump itu meminta "penyelidikan cepat" atas serangan udara terhadap sekolah putri di Minab, Iran, yang menewaskan ratusan siswi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil serangan sekolah ini mengerikan. Mayoritas korban tewas dalam serangan itu adalah anak perempuan berusia antara 7 dan 12 tahun. Baik Amerika Serikat maupun Pemerintah Israel belum bertanggung jawab atas serangan ini," kata surat yang ditandatangani oleh 46 senator Demokrat tersebut.
Surat tersebut ditandatangani setiap anggota kaukus Demokrat Senat, kecuali John Fetterman dari Pennsylvania, seorang senator yang dikenal karena pendapatnya yang blak-blakan dan terkadang menentang partai.
Ketika dimintai komentar, Fetterman mengatakan ia mendukung serangan militer dan Israel ke Iran, dalam operasi yang dikenal sebagai Epic Fury.
"Amerika Serikat tidak pernah sengaja menargetkan warga sipil, termasuk warganya sendiri, tidak seperti Iran. Semua orang setuju bahwa itu adalah tragedi. Semua orang setuju untuk melakukan penyelidikan penuh," ucap Fetterman.
Dalam surat tersebut, Trump punya waktu paling lambat 18 Maret untuk memberikan penjelasan. Selain itu para Senator Demokrat juga bertanya mengenai langkah-langkah apa yang telah diambil militer untuk mencegah dan mengurangi kerugian sipil, dan peran apa yang dimainkan AI dalam operasi tersebut.
Sebelumnya, hasil investigasi terbaru Pentagon, Rabu (11/3), menyebut bahwa militer AS salah sasaran hingga menewaskan lebih dari 170 siswi sekolah dasar Iran dalam serangan 28 Februari lalu.
Dikutip dari Reuters, berdasarkan hasil investigasi terbaru, menyatakan militer AS kemungkinan menggunakan data penargetan yang sudah usang. Hasil investigasi sementara menunjukkan pasukan AS kemungkinan bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah putri di Minab.
Trump sendiri mengaku tidak tahu mengenai hasil investigasi terbaru yang meyakini militer AS menggunakan data usang hingga mengakibatkan lebih dari 170 siswi Iran meninggal dunia.
"Saya tidak tahu mengenai [hasil investigasi] itu," ujar Trump dikutip dari Al Jazeera.
Trump bahkan sempat menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan ke sekolah putri di Minab tersebut.
(har/bac)[Gambas:Video CNN]