Mojtaba Khamenei Bersumpah Balas Dendam ke AS-Israel

CNN Indonesia
Kamis, 12 Mar 2026 21:01 WIB
Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei muncul ke publik, bersumpah balas dendam. Foto: via REUTERS/Hamid Forootan
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei untuk pertama kalinya muncul di publik, bersumpah akan membalas Amerika Serikat dan Israel.

"Kami akan membalas darah para martir kami," kata Mojtaba pada Kamis (12/3), dikutip Al Jazeera.

Mojtaba mengatakan Iran akan terus menggempur pangkalan AS di negara Timur Tengah.

"Pembalasan adalah prioritas, sampai sepenuhnya tercapai," imbuh Mojtaba dalam pernyataan yang disiarkan di stasiun televisi pemerintah Iran.

Meski demikian, dia menegaskan Teheran tetap bersahabat dengan negara-negara Arab.

Selain itu, Mojtaba menyerukan persatuan nasional dan menyebutkan Selat Hormuz akan terus ditutup untuk menekan musuh-musuh Iran.

Iran pada Senin (9/3) resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin menggantikan mendiang sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei.

Penunjukan ini berlangsung sepekan lebih usai Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Mojtaba merupakan seorang ulama tingkat menengah yang memiliki pengaruh di dalam pasukan keamanan Iran serta jaringan bisnis besar yang berkembang di bawah kepemimpinan ayahnya.

Pria 56 tahun itu telah lama dipandang sebagai kandidat terdepan meneruskan jabatan sang ayah menjelang pemungutan suara oleh Majelis Ahli, badan beranggotakan 88 ulama yang bertugas memilih pemimpin tertinggi Iran.

AS dan Israel menggempur secara membabi buta ke Iran sejak 28 Februari. Serangan di hari itu menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan keluarganya tewas.

Mereka yang tewas termasuk istri Mojtaba yang juga menantu Khamenei, ibu Mojtaba, dan sederet pejabat top keamanan Iran.

Setelah serangan tersebut, Iran meluncurkan operasi balasan secara masih ke Israel dan aset militer di Timur Tengah. Di tengah retaliasi ini, Teheran sibuk mempersiapkan pengganti Khamanei.

Mojtaba kemudian terpilih menjadi pemimpin tertinggi terbaru Iran menggantikan Khamenei dalam pemungutan suara di Majelis Ahli pada awal pekan ini.

Dalam misinya meluncurkan operasi di Iran, AS dan Israel ingin mengganti rezim di negara tersebut, menghancurkan program nuklir dan rudal balistik mereka. Namun, kepemimpinan ulama Iran telah mengakar kuat sehingga sulit digoyah.

(isa/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK