Milisi Cs Iran di Irak Tembak Jatuh Pesawat Militer AS, CENTCOM Bantah

CNN Indonesia
Jumat, 13 Mar 2026 10:35 WIB
Kelompok The Islamic Resistance Irak mengeklaim bertanggung jawab atas pesawat pengisian bahan bakar milik Amerika yang jatuh di wilayah barat negara itu. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Zeferli)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kelompok Perlawanan Islam (The Islamic Resistance) di Irak mengeklaim bertanggung jawab atas pesawat pengisian bahan bakar milik Amerika Serikat yang jatuh di wilayah barat negara itu.

Kelompok ini merupakan koalisi faksi-faksi bersenjata sekutu Iran. Insiden ini berlangsung kala Iran terus melancarkan serangan balasan terhadap Israel, pangkalan militer serta aset AS lainnya di Timur Tengah.

Melalui pernyataan di kanal Telegram resminya, kelompok itu mengeklaim telah menargetkan pesawat menggunakan sistem pertahanan udara hingga menyebabkan pesawat jatuh.

Namun, militer AS membantah klaim itu. Komando Pusat AS (CENTCOM), pada Kamis (12/3), melaporkan dua pesawat terlibat dalam insiden di "wilayah udara yang bersahabat".

[Gambas:Video CNN]

Pesawat KC-135 dilaporkan jatuh di Irak barat, sementara pesawat Stratotanker kedua berhasil mendarat di Bandara Ben Gurion Israel pada malam sebelumnya dengan aman.

Pesawat KC-135 telah digunakan selama lebih dari enam dekade dan umumnya diawaki tiga personel, yaitu pilot, kopilot, serta operator boom yang bertugas mengisi bahan bakar pesawat lain di udara.

Dalam beberapa misi, pesawat ini juga memerlukan navigator dan mampu membawa hingga 37 penumpang.

"Insiden ini tidak disebabkan oleh tembakan musuh maupun tembakan dari pihak sendiri," kata CENTCOM, dikutip Al Jazeera.

Dilansir Times of Israel, berdasarkan data pelacakan penerbangan, pesawat itu sempat mengirimkan kode "squawk" 7700, yakni sinyal darurat internasional. Hingga kini, status awak pesawat itu belum diketahui.

Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth sebelumnya telah memperingatkan perang melawan Iran berpotensi menyebabkan lebih banyak korban warga Amerika.

(rnp/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK