Trump Desak Negara Lain Bantu Amankan Pelayaran di Selat Hormuz

CNN Indonesia
Minggu, 15 Mar 2026 04:37 WIB
Trump mendesak negara-negara lain untuk mengirimkan kapal perang ke Timur Tengah demi membantu AS menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran.
Trump mendesak negara-negara lain untuk mengirimkan kapal perang ke Timur Tengah demi membantu AS menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran. (Foto: REUTERS/Nathan Howard)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak negara-negara lain untuk mengirimkan kapal perang untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran.

Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia biasanya melewati Selat Hormuz, jalur laut sempit yang berada di antara Iran dan Oman.

Jalur pelayaran vital itu terganggu akibat perang AS dan Israel dengan Iran. Beberapa kapal terjebak dan tidak bisa lewat sehingga memicu gelojak harga minyak hingga naik 40 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Negara-negara di dunia yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur itu, dan kami akan membantu, sangat banyak!" tulis Trump dalam unggahan di Truth Social.

"AS juga akan berkoordinasi dengan negara-negara tersebut agar semuanya berjalan cepat, lancar, dan baik," imbuh Trump.

Dalam unggahan sebelumnya, Trump memprediksi banyak negara negara yang akan membantu AS menjamin keamanan pelayaran Selat Hormuz, terutama negara-negara yang terdampak oleh upaya Iran menutup jalur itu,

Trump berharap China, Perancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris dan negara lain akan mengirim kapal perangnya ke kawasan tersebut.

"Sementara itu, Amerika Serikat akan membombardir garis pantai dan terus menembak kapal serta perahu Iran hingga tenggelam," tulisnya.

Kemampuan Iran untuk menghentikan pelayaran di jalur itu dapat memberi daya tawar besar terhadap AS dan sekutunya.

Di sisi lain, negara-negara Barat meningkatkan kehadiran militer di Mediterania timur selama perang, dengan fokus pada keamanan Siprus setelah drone buatan Iran menghantam pangkalan militer Inggris di pulau itu pada 2 Maret silam.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey juga tengah mempertimbangkan opsi tambahan penempatan militer di kawasan Teluk setelah Iran meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal.

"Inggris sedang berdiskusi dengan sekutu dan mitra mengenai berbagai opsi untuk memastikan keamanan pelayaran di kawasan tersebut," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris pada Sabtu.

Angkatan Laut Prancis juga mengerahkan sekitar selusin kapal perang, termasuk kelompok kapal induk, ke Laut Mediterania, Laut Merah, dan kemungkinan ke Selat Hormuz, sebagai bagian dari dukungan pertahanan bagi sekutu yang terdampak konflik.

Pejabat Prancis mengatakan Paris telah berkonsultasi dengan negara-negara di Eropa, Asia, dan negara-negara Arab Teluk selama sepekan terakhir untuk menyusun rencana agar kapal perang nantinya mengawal kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz.

Perang Iran melawan AS dan Israel pecah pada 28 Februari usai Washington dan Tel-Aviv melancarkan serangan provokasi besar-besaran terhadap fasilitas militer Iran.

Serangan tersebut juga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan memicu eskalasi regional.

Iran merespons serangan tersebut dengan gelombang rudal dan drone ke Israel. Konflik juga meluas ke Lebanon, Dubai, dan Abu Dhabi. Dua kota terakhir menjadi target serangan karena selama ini menjadi markas operasi militer AS di Kawasan Teluk.

(pta) Add as a preferred
source on Google