Putin Kirim Pesawat Militer Angkut Mojtaba Berobat ke Rusia

CNN Indonesia
Senin, 16 Mar 2026 14:43 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin disebut mengerahkan pesawat militer Kremlin untuk membawa Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, berobat ke Moskow.
Presiden Rusia Vladimir Putin kirim pesawat militer antar pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. (via REUTERS/ANATOLY MALTSEV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Rusia Vladimir Putin disebut mengerahkan pesawat militer Kremlin untuk membawa Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, berobat ke Moskow.

Dalam laporan media Kuwait Al Jarida, seorang sumber tingkat tinggi Iran yang dekat dengan Mojtaba mengatakan bahwa Putin mengusulkan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk membawa Mojtaba ke Rusia guna menjalani perawatan medis atas cedera yang dialaminya.

Mojtaba terluka dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel di Teheran pada 28 Februari lalu. Menurut laporan media, ia mengalami patah tulang pada kaki dan luka robek di wajah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri mengusulkan perawatan Mojtaba di Rusia selama berbincang dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Kamis (12/3) lalu. Para pejabat Iran, termasuk Mojtaba, mempertimbangkan dengan saksama usulan Rusia tersebut, dan akhirnya setuju," demikian lapor Al Jarida pada Minggu (15/3).

Menurut sumber yang tak ingin disebutkan namanya itu, Mojtaba langsung diangkut pada Kamis malam dengan ditemani oleh sejumlah dokter. Ia dibawa dalam operasi sangat rahasia menggunakan pesawat militer Rusia.

"Mojtaba dipindahkan ke Moskow dengan pesawat militer Rusia dalam operasi yang sangat rahasia, karena kondisi kesehatan dan keamanannya. Setelah tiba, ia menjalani operasi bedah yang 'berhasil', dan saat ini sedang menerima perawatan di sebuah rumah sakit swasta di salah satu istana kepresidenan," demikian lapor Al Jarida.

Berdasarkan keterangan sumber tersebut, cedera Mojtaba cukup serius karena butuh perawatan rumah sakit dengan fasilitas lengkap, tindak lanjut medis yang ketat, serta pemantauan khusus, yang mustahil didapat di Iran dengan situasi perang saat ini.

Pernyataan Israel bahwa mereka kini menargetkan Mojtaba juga semakin memperburuk keamanan Mojtaba, sehingga sang pemimpin diputuskan dirawat di Rusia.

Menurut sumber-sumber di Yerusalem, intelijen Israel meyakini bahwa luka Mojtaba kemungkinan lebih parah dari yang diperkirakan dan dilaporkan sebelumnya.

Pada 4 Maret lalu, Al Jarida melaporkan Mojtaba terluka di sisi kiri tubuhnya dari kepala hingga kaki akibat terkena reruntuhan.

Presiden AS Donald Trump pada 12 Maret lalu juga mengindikasikan Mojtaba terluka parah dengan menyebutnya "rusak". Trump sendiri tak yakin apakah Mojtaba bahkan masih bernapas setelah serangan brutal tersebut.

Dalam laporan yang sama, Al Jarida turut menyoroti soal pidato perdana Mojtaba di tengah kabar kondisi kesehatannya.

Seorang sumber Iran lainnya yang dekat dengan kaum reformis mengatakan kepada Al Jarida bahwa ada kecurigaan besar di kalangan mereka mengenai sosok di balik pidato Mojtaba.

Mereka meyakini pidato sang pemimpin tertinggi baru ditulis oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani. Sebab, kalimat yang dipakai identik dengan pernyataan-pernyataan Larijani.

Menurut sumber tersebut, Mojtaba bahkan sepertinya tidak diberitahu tentang pidato itu. Ketidakhadirannya serta tidak adanya rekaman audio semakin memperkuat kecurigaan ini.

(isa/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]