Israel Serang Lebanon di Selatan Beirut, 12 Petugas Medis Tewas

CNN Indonesia
Selasa, 17 Mar 2026 04:17 WIB
Serangan udara Israel menghantam klinik di Beirut, menewaskan 12 tenaga medis. Situasi semakin memanas.
Ilustrasi. Serangan udara Israel menghantam klinik di Beirut, menewaskan 12 tenaga medis. (AFP/NIDAL SOLH)
Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan udara Israel kembali memborbardir wilayah selatan Beirut, ibu kota Lebanon. Mengutip dari AFP, dalam serangan pada Sabtu (14/3) akhir pekan lalu menghantam salah satu klinik di lokasi terkait.

Otoritas kesehatan Lebanon menyatakan dalam serangan Israel yang diluncurkan dengan dalih memburu target Hizbullah itu ada 12 tenaga medis tewas. Mereka di antaranya dokter-dokter, perawat atau paramedis, dan suster. Mereka terluka saat roket Israel menghantam klinik kesehatan di pusat kota  Burj Qalawiya

Dalam sebuah pernyataan, mliter Israel (IDF) mengatakan dalam beberapa hari terakhir pasukannya 'telah memulai operasi darat terbatas dan terarah' terhadap benteng-benteng utama Hizbullah di Lebanon selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aktivitas ini merupakan bagian dari upaya pertahanan yang lebih luas" dan mencakup "pembongkaran infrastruktur teroris dan eliminasi teroris... untuk menghilangkan ancaman dan menciptakan lapisan keamanan tambahan bagi penduduk Israel utara," katanya.

Operasi darat tersebut didahului serangan udara dan artileri, tambahnya.

Pengumuman ini menggemakan pernyataan serupa yang dikeluarkan pada 2024 silam, ketika Israel dan Hizbullah berperang besar di Lebanon. Dan, pada  2023, ketika militer melancarkan serangan darat di Gaza sebagai tanggapan terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober.

Dalam pernyataan selanjutnya, kepala militer Israel (IDF) Eyal Zamir mengatakan  tentaranya "memperkuat Komando Utara dengan pasukan tambahan untuk memperkuat postur pertahanan garis depan".

Zamir mengatakan pasukan IDF  telah membunuh "lebih dari 400 teroris" dalam perang terbaru mereka dengan Hizbullah.

Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pekan lalu ketika kelompok Hizbullah yang didukung Teheran menyerang Israel Itu merupakan tanggapan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel di awal Ramadan ini.

Kepala Hizbullah Naim Qassem mengatakan pada hari Jumat bahwa kelompoknya siap untuk konfrontasi panjang dengan Israel, karena Israel mengancam akan membuat Lebanon membayar "harga yang semakin mahal" dalam kerusakan infrastruktur.

"Kami telah mempersiapkan diri untuk konfrontasi panjang, dan insya Allah, mereka (Israel) akan terkejut di medan perang," kata Qassem dalam pidato televisinya yang kedua sejak perang terbaru dimulai.

"Ini adalah pertempuran eksistensial, bukan pertempuran yang terbatas atau sederhana."

Israel pada Jumat (13/3) menghancurkan jembatan di atas Sungai Litani antara kota Zrariyeh dan Tayr Falsay.

Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola negara. sungai tersebut membelah Lebanon selatan---dari timur ke barat.

(afp/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]