Iran Pastikan Hanya Kapal Sekutu yang Bisa Lintasi Selat Hormuz

CNN Indonesia
Rabu, 18 Mar 2026 08:50 WIB
Iran menerapkan seleksi ketat guna memilih kapal-kapal dari negara sekutu untuk melewati Selat Hormuz.
Ilustrasi. Lewat seleksi ketat, Iran memastikan hanya kapal-kapal sekutu yang dapat melintasi Selat Hormuz. (REUTERS/Amr Alfiky)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran menerapkan seleksi ketat guna memilih kapal-kapal dari negara sekutu untuk melewati Selat Hormuz. Jalur perdagangan penting ini terputus akibat perang di Timur Tengah.

Dalam sebuah laporan analisis, perusahaan intelijen maritim Windward menyebut setidaknya ada lima kapal keluar dari Selat Hormuz melewati perairan Iran pada 15-16 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rute baru ini menggambarkan bagaimana blokade selektif Iran telah berkembang untuk memungkinkan sekutu dan pendukungnya untuk transit," demikian yang dilaporkan Windward seperti dikutip dari AFP.

Mereka menambahkan hal ini semakin membuktikan bahwa "Iran menerapkan transit berbasis izin dan kontrol atas selat tersebut".

Pada Senin, Natasha Kaneva, analis komoditas di bank JPMorgan, mengatakan setidaknya empat kapal telat dilacak keluar dari selat lewat Selat Larak-Qeshm, dekat pantai Itan, selama dua hari sebelumnya.

"Ini bukan rute standar untuk kapal dan dapat mencerminkan proses yang dirancang untuk mengkonfirmasi kepemilikan kapal dan muatan, memungkinkan jalur bagi kapal yang tidak berafiliasi dengan AS atau sekutunya," kata Kaneva dalam sebuah catatan yang dikirim ke AFP.

Kapal-kapal itu termasuk kapal pengangkut minyak curah dan satu kapal tanker minyak Karachi yang berbendera Pakistan.

Situs pelacakan MarineTraffic menyebut Krachi melintas selat dengan sistem transponder otomatis yang diaktifkan. Sementara itu, sebagian besar kapal mematikannya guna menghindari penargetan.

Kaneva menambahkan sebagian besar minyak mentah yang melewati selat tersebut menuju Asia, terutama Tiongkok.

Iran telah menutup Selat Hormuz sejak serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan penting dunia. Setidaknya seperlima minyak dan gas alam cair melintasi perairan ini.

Beberapa negara telah membuka pembicaraan dengan Iran untuk mengamankan jalur bagi kapal mereka. Sementara AS telah mendorong sekutunya untuk memberikan perlindungan militer bagi pelayaran di wilayah tersebut.

Sebanyak dua kapal tanker berbendera India yang membawa LPG sudah sampai pelabuhan India usai melintas selat tersebut akhir pekan lalu. Kapal bisa melintas usai pejabat dari kedua negara mengadakan dialog.

Kemudian kapal milik Turki juga berhasil melintas atas izin Iran.

(els) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]