Menhan AS Minta Rp3,3 Kuadriliun: Bunuh Orang Jahat Butuh Uang
Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth meminta tambahan anggaran sebesar US$200 miliar atau sekitar Rp3.300 triliun untuk melanjutkan perang melawan Iran.
Hegseth beralasan konflik dengan Iran butuh biaya, terutama demi memusnahkan "orang jahat".
"Mengenai angka US$200 miliar, saya kira angka itu bisa berubah. Tentu saja butuh uang untuk membunuh orang jahat," kata Hegseth pada Kamis (19/3), seperti dikutip Al Jazeera.
Pernyataan Hegseth dilontarkan saat ditanya mengenai laporan bahwa Pentagon telah mengajukan tambahan anggaran kepada Gedung Putih untuk perang melawan Iran.
Nominal yang diajukan ini sangat tinggi dan di luar anggaran ekstra yang sudah diterima Pentagon tahun lalu dari rancangan undang-undang pemotongan pajak Presiden AS Donald Trump.
Perang AS-Israel vs Iran telah berlangsung nyaris empat pekan sejak pecah pada 28 Februari lalu. Hingga kini, Kongres belum mengesahkan perang tersebut dan ada riak kekhawatiran di antara anggota mengenai peningkatan cakupan dan strategi operasi militer itu.
Kongres didominasi oleh Partai Republik Trump. Meski begitu, banyak anggota parlemen konservatif yang lebih mendukung kebijakan fiskal ketat, salah satunya tak ingin anggaran dikeluarkan untuk operasi militer.
Keinginan ini serupa dengan sikap Partai Demokrat yang lebih mengutamakan dana untuk layanan kesehatan dan pendidikan.
Ketua DPR AS Mike Johnson telah mengisyaratkan siap untuk mendukung proposal penambahan anggaran Pentagon. Kendati demikian, belum jelas apakah Gedung Putih sudah menyampaikan proposal tersebut kepada Kongres.
"Saya mendukung apa yang diperlukan untuk memastikan bahwa rakyat Amerika tetap aman," kata Johnson.
(blq/dna)