Laporan Pelapor PBB: Israel Secara Sistematis Siksa Tahanan Palestina

CNN Indonesia
Minggu, 22 Mar 2026 04:00 WIB
Laporan terbaru Pelapor Khusus PBB, Francesca Albanese, ungkap penyiksaan sistematis oleh Israel terhadap warga Palestina dalam tahanan.
Pelapor khusus PBB Francesca Albanese. (AFP/JURE MAKOVEC)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelapor Khusus PBB untuk situasi HAM di wilayah Palestina, Francesca Albanese menyatakan Israel secara sistematis menyiksa warga Palestina yang ditahan.

Hal itu diungkap Albanese dalam laporan terbarunya. Albanese mengatakan warga Palestina yang ditahan 'dikenai penyiksaan fisik dan psikologis yang sangat kejam' sejak agresi dan genosida Israel di Gaza dimulai.

Mengutip dari Aljazeera, dalam laporanya yang dirilis Jumat (20/3), Albanese mengatakan sejak Oktober 2023 lalu warga Palestina ang ditahan "telah menjadi sasaran penyiksaan fisik dan psikologis yang sangat kejam".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Albanese mengatakan dia telah mengumpulkan dokumen tertulis--termasuk setidaknya 300 kesaksian--untuk menyusun laporan bertajuk 'Penyiksaan dan Genosida' (Torture and genocide) tersebut.

Dia menerangkan sejak  Oktober 2023, penangkapan warga Palestina di wilayah yang dipaksa diduduki Israel telah "meningkat secara dramatis".

Menurutnya ada lebih dari 18.500 orang ditangkap, termasuk setidaknya 1.500 yang masih berkategori anak-anak.

Laporan tersebut mengatakan sekitar 9.000 warga Palestina masih ditahan, sementara lebih dari 4.000 telah menjadi korban penghilangan paksa.

Albanese mengatakan sistem penahanan Israel "telah berubah menjadi rezim penghinaan, paksaan, dan teror yang sistematis dan meluas". Dalam laporan tersebut, Albanese mengkaji penggunaan penyiksaan sistematis oleh Israel terhadap warga Palestina dari wilayah yang diduduki sejak 7 Oktober 2023.

Albanese menulis dalam laporannya bahwa "penyiksaan dalam tahanan telah digunakan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai pembalasan kolektif yang bersifat menghukum".

"Pemukulan brutal, kekerasan seksual, pemerkosaan, perlakuan buruk yang mematikan, kelaparan, dan perampasan sistematis terhadap kondisi dasar manusia telah meninggalkan luka mendalam dan abadi pada tubuh dan pikiran puluhan ribu warga Palestina dan orang-orang terkasih mereka," demikian tulis perempuan berlatar belakang pengacara HAM itu.

"Penyiksaan telah menjadi bagian integral dari dominasi dan hukuman yang dikenakan pada laki-laki, perempuan, dan anak-anak, baik melalui penyiksaan dalam tahanan maupun melalui kampanye tanpa henti berupa pengusiran paksa, pembunuhan massal, perampasan, dan penghancuran semua sarana kehidupan untuk menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan kolektif jangka panjang," demikian kelanjutan laporannya.

Dia mengatakan Israel harus "segera menghentikan semua tindakan penyiksaan dan perlakuan buruk terhadap rakyat Palestina sebagai bagian dari genosida yang sedang berlangsung".

Albanese juga mendesak semua negara "untuk melakukan segala daya upaya untuk menghentikan penghancuran apa yang tersisa dari Palestina" karena setiap penundaan "memperburuk kerusakan yang tidak dapat dipulihkan dan semakin memperkuat sistem kekejaman".

(kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]