Israel Lancarkan Gelombang Serangan ke Lebanon, Hancurkan Jembatan
Militer Israel (IDF) memulai lagi gelombang serangan ke Lebanon--tepatnya selatan Beirut--dengan dalih melemahkan kekuatan milisi Hizbullah akhir pekan lalu.
Mengutip dari AFP, salah satunya adalah menyerang jembatan yang sangat penting di Lebanon, Minggu (22/3). Koresponden kantor berita asal Prancis itu melaporkan asap mengepul dari lokasi di utara kota Tirus setelah pemboman jembatan Qasmiyeh.
Jembatan itu terletak di jalan raya utama yang menghubungkan desa-desa di distrik Tirus dengan desa-desa lain di utara. Israel menuding jembatan itu digunakan Hizbullah untuk bermobilisasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media resmi Lebanon melaporkan serangan Israel di beberapa wilayah selatan.
Israel mengklaim target-target yang diserang IDF pada akhir pekan lalu adalah basis atau jadi jalur Hizbullah.
Jembatan yang dihancurkan, diklaim kerap digunakan kelompok milisi yang didukung Iran tersebut di seberang Sungai Litani.
Perang Timur Tengah
Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah ketika Hizbullah mulai menembakkan roket ke Israel pada 2 Maret lalu. Tembakan-tembakan itu untuk membalas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan Israel-AS pada akhir Februari lalu atau awal Ramadan 1447 Hijriah.
Militer Israel mengatakan telah memulai 'gelombang serangan besar-besaran' terhadap infrastruktur Hizbullah di Lebanon selatan.
Israel telah mengirim pasukan ke Lebanon dan melakukan serangan udara besar-besaran di negara itu. Sementara Hizbullah terus melancarkan serangan roket ke wilayah Israel.
Israel mengatakan serangan roket dari Lebanon menewaskan satu orang, korban jiwa pertama di sana akibat serangan Hizbullah sejak perang terbaru meletus tiga minggu lalu. Menurut militer, dua tentara Israel sebelumnya telah tewas di Lebanon selatan.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan empat orang tewas pada hari Minggu dalam dua serangan di selatan. Sementara pihak berwenang telah melaporkan 1.029 orang tewas dalam tiga minggu konflik dan lebih dari satu juta orang mengungsi.
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, adalah seorang pensiunan perwira tinggi di negara itu. (AFP/ ANWAR AMRO) |
Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun marah besar terhadap Israel yang menghancurkan jembatan dan misi fokus tersendiri dari PM Israel, Benjamin Netanyahu.
Mengutip dari AFP, Aoun menyatakan, "Mengutuk penargetan dan penghancuran infrastruktur serta fasilitas vital di Lebanon selatan oleh Israel, khususnya jembatan Qasmiyeh di atas Sungai Litani dan jembatan-jembatan lainnya," demikian pernyataan kepresidenan, Minggu kemarin.
"Serangan-serangan ini merupakan eskalasi berbahaya dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Lebanon, dan dianggap sebagai pendahuluan invasi darat," kata Aoun.
Beberapa jam sebelumnya, menteri pertahanan Israel mengatakan bahwa tentara telah diperintahkan untuk menghancurkan lebih banyak jembatan yang diduga digunakan Hizbullah.
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, adalah seorang pensiunan perwira tinggi di negara itu. (AFP/ ANWAR AMRO)