Iran Disebut Bantah Ada Pembicaraan dengan Trump

CNN Indonesia
Senin, 23 Mar 2026 21:35 WIB
Presiden AS Donald Trump mengatakan telah menggelar pembicaraan dengan Iran, namun Iran membantah klaim tersebut. (iStock/Rainer Puster)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri Iran disebut membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengatakan ada pembicaraan sedang berlangsung dengan Iran.

Berdasarkan pemberitaan Al Jazeera yang mengutip media semi-resmi Mehr, Kemlu Iran menyatakan Trump ingin mengulur waktu bagi rencana militer AS dan menurunkan harga energi.

"Pernyataan Presiden AS berada dalam kerangka upaya untuk menurunkan harga energi dan mengulur waktu untuk melaksanakan rencana militernya," kata Kemlu Iran dalam pengumumannya, diberitakan Mehr, Senin (23/3).

"Ada inisiatif dari negara-negara regional untuk meredakan ketegangan, dan tanggapan kami terhadap semuanya jelas: Kami bukanlah pihak yang memulai perang ini, dan semua permintaan ini harus dirujuk ke Washington," katanya lagi.

Trump pada Senin mengatakan kepada jurnalis bahwa AS sedang menggelar pembicaraan dengan Iran dan kedua pihak mencapai 'poin penting kesepakatan'.

Reuters menjelaskan bahwa Trump mengatakan pembicaraan itu berlangsung pada Minggu dan akan dilanjutkan ke Senin. Bila negosiasi ini berlanjut produktif maka segera mencapai kesepakatan.

Trump juga menambahkan bahwa utusan Timur Tengahnya, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, telah mengadakan pembicaraan tersebut.

Sebelumnya Trump mengatakan AS dan Iran telah melakukan "pembicaraan yang sangat baik dan produktif" selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian masalah di Timur Tengah.

Dia memutuskan menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah Trump mengultimatum bakal menghancurkan infrastruktur energi Iran jika Selat Hormuz tak dibuka dalam waktu 48 jam. Iran telah merespons ultimatum ini dengan mengatakan bakal menyerang semua infrastruktur AS di Timur Tengah jika hal itu terjadi.

(fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK