Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

CNN Indonesia
Senin, 23 Mar 2026 22:30 WIB
Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan potensi menyelesaikan perang dengan Iran tak dilakukan dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan potensi menyelesaikan perang dengan Iran tak dilakukan dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei. (REUTERS/Nathan Howard)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat berbicara dengan jurnalis di bandara Florida pada Senin (23/3) mengatakan ada pembicaraan dengan pemimpin Iran tetapi tak dilakukan dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.

Menurut Reuters Trump menolak mengungkap dengan siapa pembicaraan itu dilakukan, tetapi dia menyebut utusannya, Steve Witkoff, dan ajudan dekat sekaligus menantunya, Jared Kushner, telah berbicara dengan pihak Iran pada Minggu dan diskusi akan berlanjut pada Senin.

"Kita berurusan dengan orang yang saya yakini paling dihormati dan seorang pemimpin," kata Trump.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump mengatakan pembicaraan itu sudah menghasilkan 'poin-poin kesepakatan utama'. Dia menyebut kesepakatan bisa tercapai untuk mengakhiri perang.

"Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat, sangat intens. Kita akan lihat ke mana arahnya. Kami memiliki poin-poin, poin-poin kesepakatan utama, saya akan mengatakan, hampir semua poin kesepakatan... kami telah melakukan pembicaraan yang sangat intens, Tuan Witkoff dan Tuan Kushner telah melakukannya," ujar Trump.

"Yang ingin saya katakan adalah, kita berada di tengah-tengah kemungkinan nyata untuk mencapai kesepakatan," tutur dia kepada wartawan sebelum berangkat dari Florida ke Memphis.

Kantor berita Iran, Fars, mengutip sebuah sumber, mengatakan tidak ada komunikasi langsung atau tidak langsung dengan AS.

Media semi-resmi Mehr sebelumnya juga merilis pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran yang membantah ada pembicaraan dengan Trump.

"Pernyataan Presiden AS berada dalam kerangka upaya untuk menurunkan harga energi dan mengulur waktu untuk melaksanakan rencana militernya," kata Kemlu Iran dalam pengumumannya, diberitakan Mehr, Senin (23/3).

"Ada inisiatif dari negara-negara regional untuk meredakan ketegangan, dan tanggapan kami terhadap semuanya jelas: Kami bukanlah pihak yang memulai perang ini, dan semua permintaan ini harus dirujuk ke Washington," katanya lagi.

(fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]