AS Disebut Tak akan Berhenti Serang Iran, Kecuali Infrastruktur Energi
Amerika Serikat (AS) disebut akan terus menyerang Iran, menghentikan serangan yang sebelumnya disampaikan Presiden Donald Trump hanya berlaku untuk infrastruktur energi Iran.
Hal itu diungkap Reuters pada Selasa (24/3) mengutip Semafor yang mendapat informasi dari seorang pejabat AS yang tak diungkap identitasnya.
"Penghentian serangan selama lima hari hanya berlaku untuk situs energi mereka," kata pejabat AS itu kepada Semafor.
"Itu bukan pada situs militer dan angkatan laut, dan rudal balistik, dan basis industri pertahanan. Inisiatif awal (Operasi) Epic Fury akan berlanjut," katanya lagi.
Reuters menjelaskan tidak dapat segera memverifikasi laporan tersebut. Gedung Putih, Kementerian Luar Negeri AS, dan Pentagon tidak segera menanggapi permintaan komentar yang sudah diajukan.
Laporan Semafor juga menambahkan bahwa Israel tidak termasuk dalam pembicaraan AS dengan Iran.
Sebelumnya pada Senin, Trump telah memerintahkan penundaan selama lima hari rencana menyerang pembangkit listrik dan energi Iran. Penundaan ini diputuskan usai Trump mengklaim ada pembicaraan dengan pihak Iran yang berlangsung 'produktif'.
Trump menolak mengungkap informasi dengan siapa pembicaraan itu dilakukan. Namun dia mengatakan bukan dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei serta utusannya, Steve Witkoff, dan ajudan dekat sekaligus menantunya, Jared Kushner, terlibat dalam pembicaraan itu.
Pemerintah Iran membantah telah terlibat dalam negosiasi dengan AS. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Teheran tidak melakukan perundingan apapun dengan Washington selama konflik berlangsung.
"Iran tidak mengadakan negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat dalam 24 hari terakhir perang yang dipaksakan," kata Baghaei, seperti dilaporkan kantor berita resmi IRNA.
(fea)