AS Kerahkan Warthog & Apache di Selat Hormuz Buru Kapal Cepat Iran
Militer Amerika Serikat mengerahkan pesawat A-10 Warthog dan helikopter Apache di Selat Hormuz untuk memburu kapal cepat Iran.
Jenderal Dan "Razin" Caine mengatakan AS juga menargetkan kapal tanpa awak yang dipasangi bahan peledak dan dinilai mengancam kapal tanker minyak.
Helikopter tempur AH-64 Apache juga digunakan untuk menghadapi drone serta ancaman yang terkait dengan milisi Iran.
Dilansir Gulf News, Operasi ini dilakukan bersama kapal penyapu ranjau dan kapal tempur pesisir AS seperti USS Santa Barbara.
Menurut Jenderal Dan Caine, medan operasi kini bergeser semakin dekat ke permukaan laut.
Jet A-10 Thunderbolt II, yang dikenal memiliki kemampuan serangan rendah yang sangat kuat, kini dikerahkan untuk langsung menghadapi kapal serang cepat Iran.
Pesawat A-10 yang dirancang untuk menyerang target darat dari jarak dekat kini digunakan untuk memburu kapal cepat di salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia.
Sementara itu, Apache memperluas operasinya dengan menargetkan ancaman sebelum situasi meningkat, menandai fase baru dalam operasi militer itu.
Langkah ini menunjukkan perubahan strategi Pentagon dengan mengerahkan kekuatan militer untuk operasi tempur jarak dekat.
Departemen Pertahanan AS dilaporkan semakin meningkatkan operasi di Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya mengamankan salah satu jalur perdagangan terpenting dunia.
Serangan yang dihadapi mencakup taktik kapal swarm, yaitu kapal cepat yang bergerak secara berkelompok dan semakin banyak menggunakan kapal tanpa awak bermuatan bahan peledak yang dikendalikan jarak jauh.
Ancaman ini dinilai meningkat terhadap kapal tanker minyak komersial yang melintasi jalur sempit tersebut.
Sebagai pendukung pesawat Warthog, helikopter tempur AH-64 Apache dilaporkan mencegat drone serta memantau aktivitas maritim yang terkait kelompok milisi di kawasan Teluk Arab.
Analis pertahanan menilai pengerahan ini menunjukkan perubahan strategi menuju operasi jarak dekat yang lebih presisi untuk menghentikan ancaman sebelum mencapai jalur pelayaran utama.
Pengamat pertahanan mencatat patroli udara dan manuver cepat militer AS di kawasan Teluk semakin meningkat.
Unggahan di platform X juga menyoroti penggunaan kembali pesawat A-10 untuk misi intersepsi di laut, yang jarang dilakukan tetapi bukan hal baru.
(rnp/bac)