AS Rugi Rp49 T Usai Aset Militer Dihancurkan Drone-Rudal Iran

CNN Indonesia
Sabtu, 28 Mar 2026 14:27 WIB
AS disebut mengalami kerugian Rp23 triliun hingga Rp49 triliun selama tiga pekan pertama perang melawan Iran imbas serangan rudal dan drone.
Foto: iStock/Robert Michaud
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat disebut mengalami kerugian sekitar US$1,4 miliar atau sekitar Rp23 triliun hingga US$2,9 miliar atau Rp49 triliun selama tiga pekan pertama dalam perang melawan Iran.

Mantan pejabat anggaran Kementerian Pertahanan AS yang kini bekerja di American Enterprise Institute, Elaine McCusker, mengatakan kerugian itu berasal dari aset militer yang hancur miliaran dolar atau rusak imbas perlawanan Iran.

Media AS Wall Street Journal yang dikutip Anadolu Agency melaporkan kerugian itu sebagian besar karena serangan rudal dan drone Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peralatan militer tersebut mencakup tiga jet tempur F-15E yang secara keliru ditembak jatuh pesawat Kuwait pada 1 Maret, dan jet siluman F-35 yang melakukan pendaratan darurat pada 16 Maret setelah dilaporkan diserang Iran.

Selain itu, peralatan militer AS yang rusak yakni dua pesawat pengisian bahan bakar KC-135 yang tabrakan di Irak dan menewaskan enam awak.

Lalu, lima pesawat KC-135 lain yang rusak imbas serangan rudal Iran di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi.

Tak cuma pesawat, kapal induk USS Gerald R. Ford juga mengalami kerusakan imbas serangan Iran pada 12 Maret. Kapal itu kini menjalani perbaikan di Teluk Souda, Yunani.

Pentagon berencana mengganti beberapa sistem yang rusak melalui usulan permintaan anggaran tambahan sebesar US$200 miliar.

Namun, Anadolu tak bisa memverifikasi secara independen kerugian yang dilaporkan.

Asia Barat atau negara-negara Barat menyebutnya Timur Tengah membara usai Amerika Serikat dan sekutunya Israel menggempur habis-habisan Iran sejak 28 Februari.

Imbas serangan brutal itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta pejabat pertahanan dan intelijen Iran tewas. Operasi AS-Israel juga menyebabkan ribuan warga Iran kehilangan nyawa.

Di hari pertama serangan, Iran meluncurkan balasan ke Israel dan aset militer AS di negara-negara Teluk. Mereka juga menutup jalur perdagangan minyak global Selat Hormuz untuk menekan kedua negara itu.

Hingga kini, pertempuran masih berlanjut. AS mengeklaim Iran bersedia negosiasi untuk gencatan senjata. Namun, pemerintahan yang berbasis di Teheran menolak perundingan dan mengajukan syarat ketat untuk gencatan.

Syarat-syarat itu di antaranya penghentian serangan secara permanen ke Iran dan setop pembunuhan terhadap pejabat negara ini, menuntut jaminan tak ada perang lain, serta meminta AS mengganti rugi dan memberi kompensasi atas kerusakan yang dialami Iran.

(nsa/agt) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]