Pejabat Iran Pilihan Trump Tantang AS: Kami Tunggu Kedatangan Amerika!

CNN Indonesia
Minggu, 29 Mar 2026 17:10 WIB
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan pasukan jika Amerika Serikat berencana melancarkan operasi militer darat.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan pasukan jika Amerika Serikat berencana melancarkan operasi militer darat. (Foto: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan pasukan jika Amerika Serikat berencana melancarkan operasi militer darat, memperkeruh perang yang sudah memasuki bulan kedua ini.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Islamic Republic News Agency (IRNA) pada Minggu (29/3), Ghalibaf menuturkan pasukan siap menghadapi kedatangan pasukan Amerika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan itu, Ghalibaf turut mengkritik Trump karena di satu sisi menyatakan kesediaan untuk bernegosiasi dengan Iran. Tapi di saat bersamaan, Trump malah "secara diam-diam merencanakan serangan darat" ke negaranya.

"Musuh secara terbuka menyampaikan pesan negosiasi, namun diam-diam merencanakan serangan darat," ujarnya seperti dikutip Al Jazeera.

"Pasukan kami menunggu kedatangan tentara Amerika di darat untuk membakar mereka," paparnya menambahkan

Sebelumnya pada hari yang sama, media AS melaporkan bahwa Pentagon tengah mempersiapkan operasi darat selama beberapa pekan di Iran.

[Gambas:Video CNN]

Laporan tersebut muncul setelah militer AS mengumumkan kedatangan 3.500 personel dari 31st Marine Expeditionary Unit ke kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan The Washington Post, Pentagon tengah mempersiapkan tentara AS untuk operasi militer darat ke Iran selama beberapa pekan.

Para pejabat AS mengatakan kemungkinan operasi darat ini "tidak akan sampai pada invasi skala penuh" dan dapat melibatkan serangan oleh pasukan khusus serta "infanteri konvensional".

Laporan itu menyebut belum jelas apakah Trump akan menyetujui seluruh, sebagian, atau tidak satu pun dari rencana Pentagon tersebut.

Ghalibaf tokoh pilihan Trump jadi pemimpin Iran

Nama Bagher Ghalibaf menjadi sorotan usai Presiden Amerika SerikatDonald Trump disebutmembidik dia untuk menjadi pemimpin tertinggi Iran di masa depan.

Dua sumber yang familiar dengan hal tersebut mengatakan beberapa pejabat Gedung Putih memandang Ghalibaf sebagai mitra yang bisa diandalkan Negeri Paman Sam.Ghalibaf dianggap sosok yang bisa diajak negosiasi di masa depan.

"Pemerintahan Trump diam-diam mempertimbangkan ketua parlemen Iran sebagai mitra potensial - dan bahkan pemimpin masa depan," demikian laporan Politico seperti dikutip Reuters Selasa (24/3).

Di kesempatan terpisah, Trump sempat sesumbar utusan dia sedang bernegosiasi dengan Iran soal perang tanpa menyebut nama dengan rinci.

Sejumlah media AS dan Israel lalu melaporkan Ghalibaf lah orang yang dimaksud Trump. Namun, dia dan pemerintahan Iran membantah.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]