Iran Tantang Invasi Pasukan AS: Biar Jadi Makanan Hiu di Teluk Persia

CNN Indonesia
Senin, 30 Mar 2026 19:45 WIB
Markas besar militer Iran Khatam Al Anbiya menantang pasukan Amerika Serikat yang dilaporkan tengah merencanakan invasi darat ke negara itu.
Militer Iran tantang invasi pasukan AS. (Iranian Army office / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Markas besar militer Iran Khatam Al Anbiya menantang pasukan Amerika Serikat yang dilaporkan tengah merencanakan invasi darat ke negara itu.

Juru bicara militer Khatam Al Anbiya, Ebrahim Zolfaqari, menegaskan Iran siap menghadapi invasi AS dan mengatakan setiap agresi atau pendudukan akan menyebabkan konsekuensi penangkapan, perpecahan, dan lenyapnya pasukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"[Para komandan dan tentara AS akan menjadi] makanan hiu di Teluk Persia," kata dia pada Minggu (29/3), dikutip Tasnim News Agency.

Zolfaqari juga mengatakan ancaman berulang Presiden AS Donald Trump soal operasi darat dan pendudukan pulau-pulau di Teluk Persia tidak realistis. Ia juga menyatakan Trump mendapat pengaruh eksternal dan mengambil posisi yang tak konsisten.

Lebih lanjut, Zolfaqari mengatakan kepemimpinan AS sudah mempercayakan komando militer ke seseorang yang tak bisa diandalkan.

"[Orang itu menempatkan pasukan AS dalam] situasi yang sangat sulit dan mematikan," imbuh dia.

Setiap hari pasukan AS di kawasan Teluk Persia menghadapi ancaman serius setiap hari.

[Gambas:Video CNN]

Pasukan Amerika, klaim dia, juga sudah mundur dari pangkalan yang hancur dan mencari perlindungan di pusat-pusat sipil dan ekonomi di negara-negara regional. Namun, mereka tetap rentan terhadap serangan.

dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mengambil alih Pulau Kharg, yang merupakan aset vital Iran, jika Teheran enggan membuka Selat Hormuz.

Pulau Kharg merupakan tulang punggung perekonomian Iran dan memproses 90 persen dari total ekspor minyak negara tersebut.

Pulau ini terletak di 55 km barat laut Pelabuhan Busheher dan sekitar 28 km dari dataran utama Iran.

Kembali lagi soal AS, muncul laporan bahwa Washington siap mengerahkan pasukan tambahan hingga 10.000 personel. Pengerahan ini meningkatkan kemungkinan invasi mereka ke Iran.

Pejabat Kementerian Pertahanan AS melaporkan pengerahan ini mencakup 5.000 marinir dan sekitar 2.000 pasukan terjun payung dari Divisi Airborne ke-82.

Selain itu, pemerintahan Trump juga bakal mengirimkan kendaraan lapis baja dan infanteri. Beberapa skuadron jet tempur dan ribuan pasukan, diperkirakan akan tiba di kawasan Teluk dalam beberapa hari atau pekan mendatang.

(isa/rds/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]